Maling Spesialis ‘Mi-Telur’ dan Elpiji Melon di Sinjai Akhirnya Pensiun Dini Usai Diangkut Tim Resmob

by redaksi
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI – Pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga” tampaknya sangat cocok disematkan kepada DS, seorang remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Sinjai. Petualangan malamnya sebagai “kolektor” barang-barang toko kelontong harus berakhir di tangan Tim Resmob Sat Reskrim Polres Sinjai pada Senin (13/7/2026) malam.

Bukan tanpa alasan, pelajar yang satu ini nekat menyatroni toko milik tetangganya sendiri, Nurwahidah (45), di BTN Benteng Mas, Kelurahan Bongki. Modusnya? Mulai dari cari takjil malam berupa mi instan, sampai nekat mengondol tabung gas elpiji melon alias 3 kg.

Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman melalui Kasat Reskrim Polres Sinjai, IPTU Dr. Adi Asrul, menjelaskan bahwa penangkapan ini bermula dari kecurigaan korban pada Senin malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Saat sedang santai, korban tiba-tiba mendengar suara benturan keras—yang belakangan diketahui adalah suara tabung gas yang saling beradu. Tak lama kemudian, sistem keamanan canggih di rumah korban ikutan “bernyanyi” alias alarm CCTV berbunyi nyaring.

Merasa ada yang tak beres, korban langsung mengecek tokonya. Benar saja, beberapa tabung gas elpiji miliknya sudah raib tanpa permisi. Karena merasa ini bukan kejadian yang pertama (total sudah 4 kali kemalingan dengan kerugian mencapai Rp2.500.000), korban akhirnya memilih “jalur langit” hukum dengan melapor ke Polres Sinjai.

Tak butuh waktu lama bagi Tim Resmob Polres Sinjai yang sedang menggelar Operasi Pekat untuk melacak keberadaan pelaku. DS berhasil diamankan malam itu juga beserta barang bukti berupa satu buah tabung gas 3 kg.

Nah, yang bikin geleng-geleng kepala sekaligus tersenyum kecut adalah hasil interogasi petugas. Berdasarkan pengakuan jujur dari DS, ia ternyata sudah sukses menggelar “konser” pencurian sebanyak tiga kali di toko yang sama

Aksi Pertama (Awal 2026): Pelaku tampaknya sedang lapar berat. Ia menggasak 2 bungkus mi instan, 2 butir telur ayam, 2 bungkus rokok, 3 wafer Nabati, plus uang tunai Rp140.000. Alasannya? Untuk konsumsi pribadi.

Aksi Kedua (Selasa, 7/7/2026): Masih dengan menu yang sama, pelaku kembali mengambil 2 bungkus mi instan dan 2 butir telur. Tampaknya menu mi-telur adalah comfort food bagi pelaku.

Aksi Ketiga (Minggu, 12/7/2026): Kali ini aksinya lebih niat. Pelaku menyelinap lewat celah terpal pagar, lalu sok akrab dengan kamera dengan cara mencabut kabel CCTV. Di aksi ketiga ini, ia sukses membawa kabur 1 tabung gas 3 kg dan 5 bungkus wafer Nabati.

Tabung gas melon tersebut kemudian dijual murah meriah di depan Al Markas seharga Rp170.000 untuk jajan sehari-hari.

Kini, DS beserta barang bukti tabung gas melon tersebut sudah diamankan di Mapolres Sinjai untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Menanggapi kasus ini, Kasat Reskrim Polres Sinjai IPTU Dr. Adi Asrul menegaskan bahwa Polres Sinjai akan terus menggencarkan Operasi Pekat demi menjaga wilayah Sinjai tetap aman, damai, dan kondusif.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Pastikan rumah atau tempat usaha terkunci rapat dan aman. Jika melihat ada gerak-gerik yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera melapor ke pihak kepolisian,” pungkas IPTU Adi Asrul. (Red)

You may also like