Kasus Keracunan MBG di Jember: Pemerintah Bergerak Cepat, Biaya Pengobatan Korban Digratiskan

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat menangani insiden dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kecamatan Bangsalsari pada Selasa (14/7).

Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, menyampaikan bahwa laporan resmi telah diterima dari Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG sejak Rabu malam (15/7), dan langsung dilaporkan kepada Bupati Jember.

Bupati Jember dinilai sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini dan menaruh perhatian serius, serta segera menginstruksikan langkah penanganan menyeluruh.

“Bupati telah memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk memprioritaskan keselamatan warga. Kami pastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis kedaruratan terbaik di fasilitas kesehatan, dan semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya alias gratis,” tegas Achmad Imam Fauzi, Kamis (16/7)

Insiden ini menimpa belasan penerima manfaat MBG yang suplainya diduga berasal dari SPPG 1 Karangsono, Desa Karangsono. Setelah mengonsumsi menu yang dibagikan pada Selasa siang, sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan, mulai dari tujuh murid TK, seorang wali murid, sejumlah siswa SD, hingga balita binaan Posyandu. Gejala yang muncul antara lain diare, mual, sakit perut, pusing, dan badan terasa lemas.

Siti Munawaroh, wali murid yang turut merasakan dampak tersebut, menceritakan awal mula kejadian. Saat menerima paket untuk kedua anaknya yang bersekolah di SDN Karangsono 01 dan TK, ia menyantap dua porsi menu yang terdiri dari nasi, orek tempe, telur puyuh, tumis jagung, dan buah anggur. “Telurnya bau tidak sedap. Saya sempat mencucinya, tapi tetap dimakan,” ujarnya.

Beberapa jam kemudian, ia mulai merasakan sakit perut, diare, pusing, dan kelelahan ekstrem.Berdasarkan pantauan lapangan, sebagian pasien menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo Bangsalsari.

Sebagian lainnya mendapatkan penanganan di Klinik Rowotamtu Rambipuji maupun Puskesmas Paleran Umbulsari, sementara sejumlah pasien sudah diizinkan pulang setelah kondisi membaik. Jumlah pasti korban masih menunggu pendataan resmi tim kesehatan.

Selain memastikan keselamatan pasien, Satgas MBG bersama pihak kecamatan segera mengambil langkah preventif. Camat Bangsalsari diperintahkan turun langsung memantau kondisi warga sekaligus mengamankan sisa sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian.

Tim Satgas MBG juga telah menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada Kamis pagi ini. “Kami akan selidiki secara mendalam dan identifikasi akar masalahnya secara detail, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di kemudian hari,” pungkas Fauzi. (Adv/Tahrir)

You may also like