Gandeng Pemkab Jember, GP Ansor Kencong Sulap Momen Muharram Jadi Panggung Seniman Jawa-Bali

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — PC GP Ansor Kencong bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi membuka kegiatan Muharram Art Fest 2026 di Gedung Jember Nusantara pada Senin (13/7). Pameran seni lukis bertema Muharram ini berlangsung selama satu pekan penuh, mulai tanggal 13 hingga 19 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang temu yang hangat bagi para seniman, pelajar, santri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan Tahun Baru Islam melalui pendekatan seni dan budaya. Selain memamerkan beragam karya lukis, Muharram Art Fest juga dirangkai dengan serangkaian perlombaan dan forum kebudayaan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.

Penyelenggaraan ini sejalan dengan semangat Gus Bupati Dr. H. Muhammad Fawait dalam mempromosikan Jember sebagai kabupaten yang kaya akan warisan seni dan budaya. Budaya Pandhalungan yang menjadi ciri khas daerah ini menjadi bukti nyata bahwa Jember tak pernah kehabisan kreativitas, termasuk dalam bidang seni lukis hingga kaligrafi.

Berbagai acara telah disiapkan untuk memeriahkan festival ini antara lain, Lomba Kaligrafi Kontemporer tingkat wilayah Tapal Kuda diikuti siswa dan santri, Lomba Melukis tingkat Jawa dan Bali, Lomba Mewarnai khusus siswa TK/RA se-Kabupaten Jember, Forum Ngaji Seni Budaya, mengupas hubungan nilai keislaman, tradisi, dan karya seni. Penutupan sekaligus Lelang Lukisan karya dua pelukis ternama, Susmiadi, S.T. (Shoez) dan KH. Maimun Thoha.

Lelang karya seni ini bukan sekadar ajang apresiasi, melainkan memiliki misi sosial dan kelembagaan. Sebagian keuntungan hasil penjualan akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan Kantor PC GP Ansor Kencong. Langkah ini merupakan wujud komitmen memperkuat pelayanan masyarakat, program kepemudaan, serta pengembangan kebudayaan.

Dalam sambutannya, Ketua PC GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin, menyampaikan bahwa festival ini adalah ikhtiar Ansor untuk menampilkan wajah Islam yang ramah terhadap seni dan budaya.

“Muharram adalah momentum hijrah. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah menuju kehidupan yang lebih baik—termasuk cara kita memandang seni dan budaya. Ansor meyakini seni adalah bahasa peradaban. Lewat kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi seniman, santri, dan generasi muda untuk berkarya, berdialog, serta menjaga warisan budaya yang selaras dengan nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam lelang, “Selain mengapresiasi karya, dukungan ini adalah ikhtiar bersama mewujudkan kantor Ansor sebagai rumah pengabdian bagi kader dan warga. Ini juga bagian promosi seni budaya Jember.”

Lebih lanjut, Agus menegaskan komitmen dukungan terhadap visi daerah “Jember kaya akan seniman yang butuh wadah berekspresi. Ini bukti nyata kolaborasi dan dukungan kami terhadap program-program Gus Bupati Dr. H. Muhammad Fawait.”

Bersama PC Lesbumi Kencong, penyelenggara berharap seni dapat menjadi media dakwah yang menyejukkan, memperkuat pelestarian budaya, serta membangun kepedulian sosial. Diharapkan Muharram Art Fest 2026 dapat menjadi agenda budaya tahunan yang semakin mengukuhkan posisi Jember sebagai pusat kreativitas seni dan budaya, tidak hanya di tingkat nasional, namun juga kancah internasional. (Adv/Tahrir)

You may also like