Skrining Ketat hingga Rujukan Spesialis, Cara Puskesmas Mangli Jember Putus Rantai Stunting

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — Masalah stunting di Kabupaten Jember hingga kini masih menjadi perhatian utama dan belum tuntas sepenuhnya. Angk penurunannya belum berjalan sesuai harapan, salah satu penyebab utamanya adalah masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi dan kebersihan anak sejak dini.

Kepala Bidang Mutu Layanan Puskesmas Mangli, dr. Hilda Khairinnsa’, mengakui bahwa meskipun belum mencapai target ideal, kondisi saat ini sudah lebih baik dibandingkan dua tahun lalu.

“Kalau dibandingkan dua tahun lalu sudah ada penurunan, karena sudah kita tindaklanjuti dengan pemberian makanan tambahan serta rujukan ke dokter spesialis anak bagi yang membutuhkan,” ujar dr. Hilda, senin (13/7/2026)

Pihak Puskesmas Mangli menjalankan berbagai langkah terpadu untuk menekan angka stunting. Langkah awal dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin bagi balita yang mengalami berat badan kurang, gizi kurang, maupun gizi buruk.

“Semua kasus gizi kurang dan gizi buruk kita tata laksana dengan pemeriksaan tes Mantos sebagai skrining awal, dilanjutkan penimbangan berat badan dan pengukuran panjang badan. Setelah dipastikan benar-benar memerlukan penanganan lanjut, kita berikan layanan rujukan ke Rumah Sakit,” jelasnya.

Pendampingan tidak berhenti setelah dirujuk. Pasien akan terus dipantau dan didampingi oleh tenaga ahli gizi, serta dilakukan pemantauan lanjutan (follow up) secara berkala.

“Setelah dirujuk tidak kita lepas begitu saja, melainkan tetap didampingi ahli gizi dan dipantau apakah berat serta tinggi badannya naik atau tetap. Selama belum sesuai standar, kita akan terus lakukan upaya penanganan hingga masalahnya benar-benar tertangani,” tegas dr. Hilda.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua kelompok masyarakat yang ditangani: yang dipantau terlebih dahulu oleh tim kesehatan, dan yang sudah datang sendiri berobat ke dokter spesialis anak.

“Bagi yang datang sendiri, biasanya saya tanyakan apakah sebelumnya sudah pernah konsultasi ke spesialis anak. Jika sudah, umumnya mereka sudah mengatur pola makan dan membeli susu sesuai anjuran dokter,” tambahnya.

dr. Hilda juga menyampaikan himbauan khusus kepada seluruh orang tua. Pertama, perhatikan ketepatan pemberian makanan pendamping ASI bagi balita dan anak sesuai usia dan kebutuhan gizi. Kedua, faktor kebersihan dan higienitas lingkungan sangat menentukan keberhasilan pemenuhan gizi.

“Percuma asupan gizinya bagus dan berkualitas, namun jika kebersihan lingkungan dan makanan kurang terjaga, anak rentan terkena penyakit infeksi. Hal ini justru akan memperburuk kondisi kesehatan dan menghambat pertumbuhan anak,” pesannya.

Upaya penurunan stunting memerlukan kerja sama erat antara tenaga kesehatan dan kesadaran penuh dari masyarakat, agar generasi penerus Kabupaten Jember dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas (Adv/Tahrir)

You may also like