BERITABERSATU.COM, JEMBER – Gelaran akbar Jember Fashion Carnaval (JFC) yang ke-24 dipastikan akan tampil jauh berbeda dan menghadirkan inovasi yang belum pernah disuguhkan sebelumnya.
Manajemen JFC telah melakukan evaluasi menyeluruh bersama akademisi, pemerintah daerah, dan berbagai komunitas, guna meninjau dampak ekonomi serta statistik keberhasilan perhelatan tahun-tahun sebelumnya. Dari hasil kajian tersebut, lahirlah sejumlah terobosan baru yang siap memukau para pencinta seni dan fesyen dari seluruh tanah air maupun mancanegara.
Presiden JFC, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa perubahan paling signifikan terletak pada konsep dasar pertunjukan. Jika selama ini JFC lebih banyak mengandalkan sistem defile konvensional, di mana peserta tampil berjalan satu per satu secara bergantian, maka pada tahun ini perhelatan akan mengadopsi pendekatan pertunjukan teatrikal secara utuh.
“Kami mengemasnya dalam sebuah pertunjukan drama teatrikal terlebih dahulu selama satu jam penuh. Konsep ini akan mengisahkan narasi besar bertajuk Dewi Bumi, yang mengangkat kisah mulai dari keindahan semesta bumi di awal penciptaan, hingga berbagai dinamika dan peristiwa yang kemudian memengaruhi keberadaannya,” ungkap Budi.
Setelah pertunjukan teatrikal berlangsung dan selesai, seluruh peserta defile akan bergerak serentak turun ke jalan untuk memulai pawai utama yang menjadi ciri khas JFC.
Selain perubahan format panggung, gebrakan menarik lainnya disiapkan di bagian penutupan acara. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya diramaikan oleh tim panitia, kali ini tamu VVIP serta wisatawan pemegang tiket kategori satu akan mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berbaur langsung. Mereka diizinkan berjalan tepat di belakang barisan peserta defile dan melintasi jalur street runway bersama-sama.
“Ide ini lahir dari tanggapan yang sangat positif dari para tamu VIP pada perhelatan tahun lalu,” terang Budi.
Pihak panitia menargetkan sekitar 100 hingga 150 orang tamu akan berpartisipasi dalam momen istimewa ini. “Tahun lalu kami sempat mengajak beberapa tamu VIP untuk ikut turun ke jalan. Mereka menyampaikan kesan yang mendalam: jika di panggung utama halaman Pemkab Jember mereka menyaksikan tontonan yang spektakuler dan megah, saat turun langsung ke jalan raya, mereka justru bisa merasakan ‘jiwa’ atau semangat sejati JFC serta keramahan masyarakat Jember yang sesungguhnya,” tambahnya.
Melalui interaksi yang akrab dan tanpa sekat di sepanjang rute parade, para tamu dari luar daerah maupun luar negeri mengaku merasa sangat dihargai, disambut hangat, dan merasakan kebersamaan yang tulus bersama warga lokal.
Langkah pelibatan penonton khusus ini juga dinilai memiliki nilai strategis. Manajemen JFC menilai bahwa para tamu tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong kemajuan ekonomi Kabupaten Jember di masa mendatang, baik sebagai calon investor maupun penggerak berbagai kegiatan strategis lainnya.
Perasaan keterikatan dan pengalaman langsung yang dirasakan diharapkan dapat memperkuat dukungan mereka terhadap pembangunan daerah Jember ke depannya. (Adv/Tahrir)