Balon Kades Taman Pemalang Laporkan Dua Akun TikTok ke Polisi

by Usman
0 comments

BERITABERSATU.COM, Pemalang – Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Triyatno Yuliharso, melaporkan dua akun TikTok ke Polres Pemalang atas dugaan pencemaran nama baik.

Didampingi tim kuasa hukum dari LBH Ambara Keadilan, Triyatno mendatangi Polres Pemalang pada Kamis (29/10/2026) petang untuk menyampaikan laporan resmi. Laporan tersebut berkaitan dengan beredarnya poster bernada provokatif yang menyinggung dinamika seleksi bakal calon kepala desa.

Triyatno mengaku keberatan atas unggahan kedua akun tersebut karena mencantumkan namanya dalam poster yang memuat narasi mengenai latar belakang dirinya sebagai mantan ASN di pemerintahan desa.

“Kami melaporkan secara resmi dua akun TikTok yang isinya mencemarkan nama baik saya. Di situ disebutkan saya sebagai mantan ASN di Pemdes,” kata Triyatno kepada wartawan.

Menurutnya, unggahan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh situasi menjelang Pilkades Taman.
Ia berharap polisi segera menelusuri pemilik kedua akun tersebut agar dapat mempertanggungjawabkan konten yang diunggah.

“Saya berharap kepada Polres Pemalang agar segera mengungkap siapa pembuat dua akun TikTok ini untuk mempertanggungjawabkan postingannya, karena berdampak pada kondusivitas Pilkades Desa Taman,” ujarnya.

Poster Singgung Dinpermasdes dan Seleksi Balon Kades

Poster yang beredar di media sosial itu turut memuat sejumlah pernyataan yang mempertanyakan kebijakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Pemalang.

Nama Triyatno dicantumkan dalam narasi bernada sindiran. Poster tersebut juga memuat kalimat yang mempertanyakan apakah Dinpermasdes hendak menyelamatkan Triyatno atau justru takut terhadap sosok yang disebut sebagai Agus MBG.

Selain itu, poster tersebut menyinggung lima bakal calon kepala desa yang dinyatakan memenuhi persyaratan serta menyuarakan penolakan terhadap rencana ujian tertulis ulang.

Triyatno Merasa Dirugikan dalam Tahapan Pilkades

Di tengah polemik tersebut, Triyatno juga menyampaikan keberatannya terhadap proses tahapan Pilkades Taman. Ia mengaku belum mendapatkan kesempatan mengikuti proses hingga penetapan calon kepala desa.

“Saya merasa dizalimi karena tidak bisa mengikuti tahapan proses menuju penetapan calon. Padahal, niat saya bertarung dalam Pilkades ini melalui proses yang benar,” ungkapnya.

Meski demikian, Triyatno menegaskan tetap menghormati mekanisme demokrasi. Ia berharap seluruh tahapan Pilkades berjalan transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Rakyatlah yang menentukan siapa yang akan menjadi Kepala Desa Taman. Saya pun siap menerima hasil akhirnya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para pendukung masing-masing bakal calon agar tidak mudah terprovokasi oleh unggahan maupun informasi yang beredar di media sosial.

Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari Polres Pemalang terkait tindak lanjut laporan tersebut. Identitas pengelola kedua akun TikTok yang dilaporkan juga belum diketahui.

You may also like