BERITABERSATU.COM, Pemalang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Pemalang memastikan akan memfasilitasi pelaksanaan tes tertulis ulang bakal calon Kepala Desa (Kades) Taman. Langkah ini menyusul keputusan panitia setelah muncul polemik dugaan kebocoran soal dan kekeliruan kunci jawaban.
Kepala Dinpermasdes Pemalang, Andri Adi, menyampaikan hal tersebut seusai klarifikasi Panitia Pilkades Taman di Balai Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Selasa (27/10/2026) sore.
Andri mengatakan, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) selaku penanggung jawab Pilkades serta jajaran panitia untuk mempersiapkan tahapan selanjutnya.
“Kami akan bekerja maraton mempersiapkan dengan kondisi yang terkini. Langkah-langkah berikutnya akan kami siapkan, mulai dari konsolidasi kepada BPD selaku penanggung jawab Pilkades, dan juga kepada tim anggota panitia Pilkades yang lain,” kata Andri.
Ia menegaskan, Dinpermasdes akan memfasilitasi agar tahapan Pilkades Taman tetap berjalan. Pihaknya juga berharap pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut tidak meleset dari jadwal yang telah direncanakan.
“Dan kita akan memfasilitasi. Pilkades di Desa Taman harus tetap berjalan, dan semoga masih bisa sesuai jadwal yang direncanakan,” ujarnya.
Terkait waktu pelaksanaan tes ulang, mekanisme penilaian atau skoring, hingga teknis pelaksanaannya, Andri menyerahkan keputusan tersebut kepada panitia Pilkades Taman.
“Adapun keputusan tes ulang, skoring, dan sebagainya, kami kembalikan kepada panitia untuk memastikan hal tersebut kepada calon,” jelasnya.
Sebelumnya, polemik tes tertulis bakal calon kepala desa (kades) Taman, Kabupaten Pemalang, berujung pada keputusan mengulang ujian. Keputusan ini diambil setelah muncul protes terkait dugaan kebocoran soal dan kesalahan kunci jawaban.
Keputusan tersebut disampaikan dalam musyawarah yang digelar di Balai Desa Taman, Kabupaten Pemalang, Selasa (27/10/2026). Pertemuan itu dihadiri para bakal calon kades, kuasa hukum masing-masing, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Taman.
Dalam forum klarifikasi tersebut, Ketua Panitia Pilkades Taman, Urip Sumedi, juga menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Ia mengaku mundur karena merasa kinerjanya mengecewakan warga. Sementara itu, tes tertulis seluruh bakal calon Kades Taman akan diulang agar proses seleksi memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.