Oknum Kades di Luwu Utara Diduga Terlibat Pengeroyokan, Polisi: Masih Didalami

by Syamsuddin
0 comments

LUWU UTARA, BERITABERSATU.COM – Dugaan pengeroyokan terhadap dua warga yang disebut melibatkan seorang oknum kepala desa (kades) berinisial HA di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, tengah didalami Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Luwu Utara, Rabu (28/10/2026).

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Kadek Andi Pradnyadana, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait peristiwa tersebut. Namun, polisi masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.

“Betul, Bang, masih didalami kronologinya sama anggota,” ujar AKP Kadek Andi Pradnyadana saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Ia mengatakan, hingga saat dikonfirmasi, laporan mengenai keterangan korban maupun pihak yang diduga terlibat belum disampaikan oleh anggota kepadanya.

“Mengenai keterangan korban dan terduga pelaku, belum ada dikirim sama anggota,” katanya.

Sementara itu, seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dugaan pengeroyokan tersebut bermula dari persoalan lahan ulayat milik warga Kampung Baru, Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng.

Menurut sumber tersebut, insiden diduga berawal ketika HA disebut melakukan pemukulan terhadap seorang warga bernama Akis Nuru. Peristiwa itu kemudian diklaim berlanjut dengan aksi pengeroyokan yang melibatkan sejumlah orang lainnya.

“Benar, awalnya Pak Desa yang memukul korban, sehingga beberapa warga lainnya ikut mengeroyok,” ungkap sumber tersebut kepada awak media.

Sumber itu juga menyebutkan bahwa dua warga Kampung Baru diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan HA bersama sejumlah orang lainnya.

Selain dugaan kekerasan, sumber tersebut mengaitkan persoalan ini dengan konflik lahan ulayat yang diklaim telah beberapa kali didatangi pihak tertentu. Ia menduga lahan milik warga Kampung Baru di sekitar lokasi kejadian telah dirambah dan kayu dari lokasi tersebut diperjualbelikan.

Menurut keterangan sumber, jumlah kayu yang diduga telah dijual mencapai ratusan kubik. Namun Belum ada keterangan resmi dari pihak yang dituding terkait status lahan, dugaan penjualan kayu, maupun hubungan persoalan tersebut dengan insiden kekerasan yang dilaporkan. (Kaisar)

You may also like