BERITABERSATU.COM, Pemalang – Dua wartawan diminta keluar dari ruang Musyawarah Desa (Musdes) saat meliput agenda pembentukan ulang panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (29/10/2026).
Kedua wartawan itu adalah Eriko Garda Demokrasi dari puskapik.com dan Usman dari beritabersatu.com. Insiden terjadi di Aula Balai Desa Taman ketika musyawarah membahas pembentukan ulang panitia Pilkades.
Aksi pengusiran sendiri dilakukan langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Pemalang, Andri Adi.
Awalnya, kedua wartawan diperbolehkan masuk untuk meliput jalannya forum yang dipimpin Wakil Ketua BPD Taman, Moh. Bambang, dan dihadiri anggota BPD, LPMD, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan PKK Taman.
Situasi berubah setelah Andri Adi datang bersama Camat Taman, Dedy Sarwoaji. Saat melihat wartawan berada di dalam aula, Andri meminta keduanya keluar dengan alasan tidak termasuk pihak yang diundang.
“Karena ini Musdes, mohon yang tidak terundang untuk berada di luar dulu. Ini mas-mas media (pers), atau nanti setelah ada keputusan kami sampaikan,” kata Andri.
Permintaan tersebut membuat Eriko sempat meninggalkan ruangan. Namun, ia kembali bersama Usman untuk mempertanyakan alasan wartawan diminta keluar dari forum yang membahas kepentingan publik tersebut.
“Ini kan forum publik, harusnya boleh lah kita liputan,” ujar Usman.
Perdebatan pun sempat terjadi di hadapan peserta musyawarah. Kedua wartawan mempertanyakan pembatasan peliputan sebelum akhirnya kembali melanjutkan tugas jurnalistiknya.
Saat dikonfirmasi mengenai alasan meminta wartawan keluar, Andri mengaku mengira musyawarah tersebut merupakan rapat tertutup.
“Karena pemahaman kami, kadang-kadang rapat itu ada yang bersifat tertutup dan terbuka. Saya berpikir apakah rapat semacam ini diperkenankan dihadiri oleh pihak yang tidak diundang,” ungkapnya.
Andri menjelaskan, setelah menyadari bahwa Musdes tersebut merupakan forum terbuka, ia membiarkan wartawan melanjutkan peliputan. Ia kemudian kembali fokus mendampingi proses pembentukan ulang panitia Pilkades Taman.
Insiden tersebut menjadi sorotan karena pembentukan panitia Pilkades berkaitan dengan kepentingan masyarakat desa, sementara kehadiran wartawan bertujuan melaporkan jalannya proses tersebut kepada publik.
(*)