Komunitas Gowes di Pemalang Sambut Pesepeda Iran Arezoo Eskandari 

by Editor Muh. Asdar
0 comments

BERITABERSATU.COM,Pemalang –Ratusan pegiat sepeda dari berbagai komunitas di Kabupaten Pemalang gowes bersama pesepeda asal Iran, Arezoo Eskandari (35), Minggu (21/6/2026).

Goes bersama bertajuk ‘Sepeda Menyatukan Sahabat Selamanya’ tersebut menjadi momentum persahabatan lintas negara sekaligus ajang mempromosikan semangat hidup sehat melalui olahraga bersepeda.

Rute gowes dimulai dari City Walk Pemalang hingga GCC Pemalang. Sepanjang perjalanan, para peserta tampak antusias mengayuh sepeda bersama tamu istimewa yang tengah melakukan perjalanan panjang menjelajahi sejumlah negara di Asia.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh pegiat sepeda Pemalang, Toto “Ngonthel” Susilo, yang selama ini dikenal aktif membangun jejaring dan silaturahmi antar komunitas pesepeda.

Menurut Toto, kehadiran Arezoo di Pemalang menjadi kesempatan berharga untuk mempererat persahabatan sekaligus memperkenalkan Kabupaten Pemalang kepada pesepeda mancanegara.

Arezoo tiba di Pemalang pada Sabtu (20/6/2026) setelah menempuh perjalanan bersepeda dari Cirebon. Ia kemudian menginap di salah satu penginapan di Pemalang sebelum mengikuti kegiatan gowes bersama para pesepeda lokal pada keesokan harinya.

Kegiatan santai ini kami manfaatkan untuk menjalin persahabatan sesama goweser. Arezoo memberikan respons yang sangat positif dan terlihat senang bisa menginap di Pemalang serta bertemu dengan para goweser Pemalang,” ujar Toto.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat bersepeda di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Pemalang.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat semakin mencintai olahraga sepeda sekaligus memperluas persahabatan tanpa mengenal batas negara,” tambahnya.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang hadir melepas peserta gowes dan ikut gowes bersama, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran Arezoo menjadi inspirasi bagi masyarakat Pemalang tentang semangat, keberanian, dan konsistensi dalam mengejar impian.

“Sungguh sebuah kehormatan besar bagi komunitas gowes Pemalang bisa menyambut langsung sosok inspiratif yang tengah menjelajahi Asia Selatan hingga Asia Tenggara ini,” kata Anom.

Ia menilai kemeriahan dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi sarana membangun persaudaraan global.

“Kemeriahan sepanjang jalan hari ini memberikan kita banyak pelajaran tentang konsistensi dan persaudaraan global. Thank you for visiting Pemalang. We sincerely hope that Iran will always be safe, you will stay strong, and you will continue to do amazing things for your country,” ujarnya.

Sementara itu, Arezoo Eskandari mengungkapkan bahwa perjalanan yang sedang dijalaninya bukan sekadar petualangan bersepeda, melainkan membawa misi menyebarkan pesan kebahagiaan dan perdamaian kepada masyarakat Asia.

“Pesan yang saya bawa dari Iran adalah kebahagiaan dan perdamaian untuk masyarakat Asia. Slogan perjalanan saya adalah Slow Life. Slow Life berarti jangan terlalu memikirkan uang atau masa depan. Nikmati saja hidup saat ini dan jalani setiap momen dengan bahagia,” tutur Arezoo.

Menurutnya, filosofi Slow Life mengajarkan seseorang untuk menikmati kehidupan dengan lebih santai dan tidak terus-menerus dibebani kekhawatiran akan masa depan.

Selain menyampaikan pesan perdamaian, Arezoo juga ingin memperkenalkan Iran dari sisi yang berbeda. Selama ini, negaranya kerap diberitakan dalam konteks konflik dan peperangan.

Padahal, menurutnya, Iran memiliki budaya yang kaya, masyarakat yang ramah, serta nilai-nilai persahabatan yang kuat.

“Melalui perjalanan ini saya ingin menunjukkan bahwa Iran juga dikenal karena budaya, keramahan, dan persahabatannya,” katanya.

Perjalanan Arezoo di Asia direncanakan berlangsung selama satu tahun. Dari Pemalang, ia melanjutkan perjalanan menuju Pekalongan sebelum meneruskan rute menuju Bali dengan estimasi waktu sekitar satu bulan. Setelah itu, ia akan melanjutkan perjalanan ke India, Pakistan, Nepal, dan Turki sebelum akhirnya kembali ke Iran.(*)

You may also like