BERITABERSATU.COM, JEMBER — Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Dr. Rahmadi Indra Tektona, S.H., M.H., melakukan kunjungan langsung guna meninjau kualitas pelayanan publik sektor kesehatan di Kabupaten Jember pada Rabu (05/08/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dan nyata bagaimana pelayanan kesehatan diterima masyarakat di lapangan.
Dalam rangkaian kunjungannya, rombongan meninjau sejumlah titik pelayanan kesehatan, mulai dari Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, Mall Pelayanan Publik di Kecamatan Tanggul, hingga Puskesmas Sumberbaru. Setelah meninjau berbagai fasilitas tersebut, Rahmadi memberikan penilaian yang sangat positif atas pembenahan infrastruktur maupun standar tata kelola medis yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Jember.
“Dari peninjauan yang kami lakukan, hasilnya cukup mengejutkan karena kualitasnya sangat baik. Fasilitas Puskesmas yang ada di sini bahkan sudah setara atau melebihi klinik-klinik swasta modern di Jakarta,” ungkap Rahmadi saat diwawancarai awak media.
Selain memeriksa sarana dan prasarana fisik, Wakil Ketua Ombudsman RI juga berinteraksi langsung dengan para pasien yang sedang menjalani perawatan. Mayoritas warga menyampaikan kepuasannya, terutama terkait kemudahan akses berobat serta terbebasnya dari beban biaya pengobatan. Hal ini tidak lepas dari penguatan skema Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) serta kehadiran program layanan Homecare yang memudahkan warga memperoleh pelayanan medis.
Rahmadi menegaskan bahwa terobosan tata kelola kesehatan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait patut dijadikan teladan atau acuan bagi daerah lain di Indonesia.
“Pelayanan publik adalah wujud paling nyata dari hadirnya negara di tengah rakyat, sebagaimana ditekankan oleh Presiden. Jember berhasil membuktikan bahwa hak-hak dasar warga di sektor kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Keberhasilan ini layak menjadi standar percontohan nasional,” tegasnya.
Menanggapi penilaian tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa Pemkab Jember telah mengalokasikan anggaran besar guna merealisasikan program UHC. Hal ini membawa pembenahan signifikan pada fasilitas kesehatan, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit.
“Melalui program penjaminan ini, kami yakin masyarakat kurang mampu yang sebelumnya enggan berobat karena terkendala biaya kini bisa mengakses pelayanan medis secara gratis,” jelas Gus Fawait.
Selain UHC, Pemkab Jember juga menghadirkan saluran khusus Wadul Gus-e sebagai wadah aspirasi warga, sekaligus meluncurkan program Homecare yang menyasar lima kelompok prioritas. Melalui program ini, petugas kesehatan akan mendatangi rumah warga secara berkala setiap bulan, baik saat sakit maupun untuk pemantauan rutin. Warga di luar kategori prioritas pun tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak, sebagai jawaban atas keterbatasan fisik maupun ekonomi yang selama ini dialami masyarakat berpenghasilan rendah. (Adv/Tahrir)