Beritabersatu.com, Blitar – Dinamika pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2030 mulai memantik perhatian luas dari masyarakat. Menjelang tahapan pemilihan, suara dukungan dan harapan dari atlet hingga praktisi olahraga terus bermunculan kepada dua nama yang dipastikan maju sebagai bakal calon Ketua KONI Kota Blitar.
Dua kandidat yang resmi mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas akhir pada Sabtu malam, 9 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, yakni Tony Andreas dan Samanhudi Anwar. Tony Andreas dikenal sebagai mantan Ketua KONI Kabupaten Blitar dua periode yang pernah membawa Kabupaten Blitar menembus delapan besar Porprov Jatim VIII tahun 2023. Sementara Samanhudi Anwar merupakan mantan Wali Kota Blitar yang memiliki pengaruh kuat di kalangan masyarakat.
Masyarakat berharap siapapun yang nantinya terpilih dapat membawa semangat baru bagi kemajuan olahraga Kota Blitar, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan prestasi, hingga kesejahteraan insan olahraga.
Pipit Ardina, atlet tenis Kota Blitar, berharap kepemimpinan KONI mendatang lebih fokus terhadap pembinaan atlet usia muda yang dinilai mulai mengalami penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir.
“Harapannya Ketua KONI yang baru benar-benar serius membangun semua cabang olahraga di Kota Blitar,” ujar Pipit.
Ia menilai cabang olahraga tenis membutuhkan perhatian lebih agar mampu kembali bersaing di tingkat provinsi.
“Sekarang prestasi atlet muda tenis mulai turun. Semoga nanti ada pembinaan yang lebih maksimal supaya bisa bangkit lagi,” katanya.
Pipit juga menyoroti munculnya olahraga baru yang kini mulai diminati anak muda di Kota Blitar.
“Sekarang olahraga paddle juga mulai ramai. Semoga nanti bisa dibina dengan baik supaya suatu saat bisa berprestasi di Porprov,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Kirana, atlet billiard Kota Blitar yang kerap menyumbangkan medali di ajang Porprov Jawa Timur. Ia berharap kepemimpinan KONI berikutnya lebih memperhatikan hak-hak atlet, terutama soal bonus prestasi.
“Semoga nanti dipimpin sosok yang amanah dan peduli atlet. Kalau atlet dapat bonus semoga pencairannya juga lebih cepat,” ujarnya.
Sementara itu, atlet basket muda Kota Blitar bernama Mella berharap Ketua KONI mendatang mampu mengangkat prestasi olahraga Kota Blitar secara keseluruhan.
“Harapannya dipimpin orang yang jujur dan benar-benar bisa meningkatkan prestasi olahraga Kota Blitar,” katanya.
Tak hanya atlet, pandangan juga datang dari kalangan praktisi olahraga. Dyan, seorang praktisi angkat beban di Kota Blitar, menilai pengalaman dan rekam jejak menjadi faktor penting dalam menentukan pemimpin KONI ke depan.
“Yang paling penting lihat track record-nya. Ketua KONI nanti harus bisa membuat prestasi semua cabor semakin meningkat,” jelas Dyan.
Di tengah perhatian publik terhadap pemilihan tersebut, masyarakat juga berharap sosok yang terpilih benar-benar memiliki integritas serta nama baik.
Sapto, warga Kota Blitar yang ditemui saat berolahraga di Alun-Alun Kota Blitar, menilai kedua kandidat memiliki kapasitas masing-masing. Namun menurutnya, masyarakat tentu berharap KONI dipimpin figur yang bersih dan berprestasi.
“Kalau saya pribadi berharap yang terpilih nanti orang yang punya prestasi dan bersih,” pungkasnya. (Zan)