BERITABERSATU.COM, SINJAI – Alun-alun Sinjai Bersatu mendadak riuh dengan isak tangis haru pada Sabtu (09/05/2026). Di tengah ribuan peserta Jalan Santai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, takdir membawa keberuntungan besar bagi seorang pria asal Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur.
Samsul Alam (30), pemilik bengkel Cahaya Alam Motor, tak pernah menyangka bahwa kehadirannya sebagai orang tua murid dari SDN No. 27 Tondong akan mengantarkannya ke Tanah Suci. Namanya mencuat sebagai pemenang hadiah utama berupa paket Umroh gratis.
Kemenangan ini bak petir di siang bolong bagi Samsul. Ia mengaku datang memeriahkan acara tanpa ekspektasi muluk-muluk. Menariknya, ia sempat merasa pesimis karena mengira hadiah prestisius tersebut hanya dikhususkan bagi tenaga pendidik.
“Rasanya kaget sekali, seperti mimpi. Setahu saya tadi hadiah umroh itu hanya untuk guru. Ternyata saat saya sedang asyik berbincang dengan teman, nomor kupon saya disebutkan. Di situ saya kaget luar biasa bercampur bahagia,” ungkap Samsul dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Samsul, hadiah ini adalah jawaban atas doa panjangnya. Keinginan untuk beribadah ke Baitullah sebenarnya sudah lama terpendam. Namun, realitas ekonomi dan tanggung jawab menghidupi anak-anak yang masih kecil membuatnya harus memendam mimpi tersebut.
“Memang sudah lama sekali saya ingin ke Tanah Suci, tapi karena anak-anak masih kecil semua dan dana belum mencukupi, jadi saya belum bisa mendaftar. Alhamdulillah, ternyata Allah panggil lewat jalan yang tidak disangka-sangka,” tambahnya penuh haru.
Samsul yang kini menjadi buah bibir di kalangan keluarga besar SDN No. 27 Tondong ini berpesan agar masyarakat tetap optimis. Baginya, rezeki tidak pernah tertukar dan selalu datang di waktu yang tepat.
“Jangan putus asa. Rezeki sudah ada yang mengatur, semoga yang lain juga diberikan rezeki di lain waktu,” Pesan Syamsul.
Kegiatan Jalan Santai ini merupakan puncak peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Sinjai. Acara ini berhasil menjadi magnet yang menyatukan Unsur Pemerintah Kabupaten, Tenaga Pendidik & Siswa, Orang Tua Murid, dan Masyarakat Umum.
Semangat kebersamaan yang diusung dalam acara ini tidak hanya merayakan dunia pendidikan, tetapi juga menjadi saksi sejarah perubahan garis hidup seorang warga Sinjai yang kini bersiap menuju Mekkah. (Ads)