Siaga Kegawatdaruratan, Dinkes Sinjai Bekali Pegawai Non-Kesehatan Skill Penyelamatan Nyawa

by Ardin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI – Kasus kegawatdaruratan seperti henti jantung atau kecelakaan bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan, termasuk di area perkantoran. Merespons tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Kesehatan menggelar In House Training Bantuan Hidup Dasar (BHD) Tahun 2026.

Kegiatan yang bertujuan memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, drg. Farina Irfani. Pelatihan ini menjadi langkah krusial untuk memastikan setiap pegawai memiliki kesiapan mental dan teknis dalam memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis tiba di lokasi.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini menyasar 33 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sinjai. Menariknya, peserta yang dipilih merupakan pegawai non-kesehatan yang memiliki peran strategis di lini depan pelayanan publik.

“Kami mengutamakan petugas front office, unit pelayanan publik, dan petugas keamanan yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa. Mereka diharapkan menjadi penolong pertama (first responder) yang berkomitmen di lingkungan kerja masing-masing,” ujar drg. Farina dalam sambutannya.

Untuk memastikan pemahaman materi yang komprehensif, panitia menerapkan dua metode pelatihan, yakni Hari Pertama (Rabu, 6 Mei 2026) Pendalaman teori secara daring (online), dan Hari Kedua (Kamis, 7 Mei 2026) Sesi luring (offline) bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan untuk praktik langsung.

Dinas Kesehatan menghadirkan dr. Ahmad Pathoni Halim, Sp.An, seorang pakar anestesi dan kegawatdaruratan medis sebagai narasumber utama. Dalam sesi ini, para peserta tidak hanya dicekoki teori konsep dasar BHD, tetapi juga wajib mengikuti simulasi dan praktik tindakan penyelamatan secara langsung.

Tindakan BHD yang tepat dan cepat diyakini mampu meningkatkan peluang keberhasilan pemulihan korban yang mengalami henti napas atau jantung. Melalui edukasi ini, setiap OPD di Sinjai nantinya akan memiliki personel yang siap sedia menjaga keselamatan rekan kerja maupun masyarakat yang sedang mengakses layanan publik.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Dinas Kesehatan berharap para peserta mampu menjadi “agen pertolongan pertama” yang sigap dan tidak panik saat menghadapi situasi kritis, demi mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman dan responsif terhadap ancaman nyawa. (Ads)

You may also like