Beritabersatu.com, Blitar – Persaingan menuju kursi Ketua KONI Kota Blitar semakin memanas. Dari sejumlah nama yang sebelumnya sempat muncul, kini persaingan mulai mengerucut menjadi dua kandidat saja.
Nama Tony Andreas menjadi salah satu figur yang paling banyak mendapat perhatian di kalangan olahraga. Tak tanggung-tanggung, Tony masuk ke dalam bursa setelah mengantongi dukungan dari 27 cabang olahraga (cabor).
Selain itu, pengalamannya memimpin KONI Kabupaten Blitar selama dua periode dinilai menjadi modal besar untuk membawa olahraga Kota Blitar lebih berprestasi di tingkat Jawa Timur.
Tony memastikan diri maju setelah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua KONI Kota Blitar pada Sabtu malam (9/5/2026), hanya beberapa saat sebelum batas akhir penutupan pendaftaran di Kantor KONI Kota Blitar.
Usai menyerahkan berkas pencalonan, Tony menegaskan dirinya ingin membawa prestasi olahraga Kota Blitar naik level, terutama dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
“Saya di Kabupaten sudah dua kali menjadi Ketua KONI. Saya juga asli warga Blitar, tentunya pengalaman di bidang olahraga ini ingin saya baktikan untuk Blitar Raya agar prestasi olahraga Kota Blitar bisa meningkat,” kata Tony Andreas.
Menurut Tony, Kota Blitar sebenarnya memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan baru olahraga di Jawa Timur. Dukungan anggaran pembinaan yang cukup besar dinilai menjadi modal penting apabila dikelola secara maksimal dan profesional.
“Pengalaman di kabupaten akan saya terapkan di kota. Dengan anggaran yang besar, seharusnya prestasi Kota Blitar bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Tony juga menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang sehat dan transparan. Ia menilai besarnya dana pembinaan olahraga harus benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas atlet dan capaian prestasi.
“Kabupaten anggarannya Rp1 miliar bisa delapan besar di Porprov, sedangkan Kota Blitar tahun kemarin sekitar Rp5,7 miliar. Seharusnya bisa lebih dari Kabupaten Blitar. Tapi intinya dana besar harus dikelola dengan baik,” tegasnya.
Tak hanya itu, Tony mengaku siap melakukan pembenahan manajemen organisasi apabila dipercaya memimpin KONI Kota Blitar. Salah satunya dengan melibatkan tenaga profesional dalam pengelolaan keuangan.
“Saya akan memanggil akuntan untuk menata keuangan. Sementara untuk prestasi, kami punya trik tersendiri untuk meraih medali,” tambahnya.
Target tinggi pun langsung dipasang Tony Andreas. Untuk Porprov Jawa Timur mendatang, ia menargetkan Kota Blitar mampu menembus peringkat 15 besar. Bahkan pada Porprov berikutnya, Tony optimistis Kota Blitar bisa masuk jajaran 10 besar Jawa Timur apabila penyelenggaraan digelar di kawasan Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
“Kalau Porprov tahun depan target kami peringkat 15 besar. Lalu dua tahun berikutnya, jika Porprov digelar di Blitar, Tulungagung, dan Kediri, Kota Blitar harus bisa masuk 10 besar,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga penutupan pendaftaran, hanya Tony Andreas dan mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar yang resmi mengembalikan formulir pencalonan Ketua KONI Kota Blitar. Sejumlah nama lain yang sebelumnya sempat mengambil formulir dipastikan tidak melanjutkan proses pencalonan. (Zan)