Beritabersatu.com, Blitar – Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, mengajak generasi muda untuk tidak menyerah saat menghadapi kegagalan dalam meraih impian. Menurutnya, proses jatuh bangun merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan.
Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Inspiration Women 2026 yang digelar di CGV Cinemas Blitar Square, Rabu (6/5/2026).
Mengangkat tema “Build the Life You Dare to Dream” dengan tagline “Berani Bermimpi, Ambil Aksi, dan Jadilah Inspirasi”, kegiatan itu dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Di hadapan peserta, Elim membagikan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan, mulai dari dunia kerja, bisnis, hingga politik. Ia mengaku pernah mengalami berbagai kegagalan, namun tidak pernah memilih untuk berhenti berusaha.
“Saya mungkin pernah mengalami kegagalan, tetapi tidak pernah berhenti mencoba,” ujar Elim.
Seminar yang diinisiasi Aria Pandu Wicaksana tersebut diikuti 136 peserta, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Tak hanya dari Blitar, sejumlah peserta juga datang dari luar daerah, termasuk Banjarmasin.
Elim menilai tingginya antusiasme generasi muda dalam mengikuti kegiatan pengembangan diri menjadi pertanda positif bagi masa depan daerah. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu terus menyediakan ruang dan dukungan agar anak muda tetap termotivasi.
“Ini menjadi tanggung jawab kami untuk terus mendukung anak muda agar tetap termotivasi dan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat, baik bagi keluarga maupun daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Elim juga menyoroti peluang besar Kota Blitar dalam sektor investasi dan ekonomi kreatif. Ia menyebut berkembangnya Dreamile Hotelier and Business Academy sebagai salah satu bukti bahwa Kota Blitar memiliki daya tarik tersendiri.
Lebih jauh, ia memaparkan visinya untuk menjadikan Kota Blitar sebagai pusat penghubung ekonomi dan kreativitas di Jawa Timur.
“Kota Blitar ini kecil, tapi strategis. Kita ingin menjadi kota hub yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi, mulai dari sektor pertanian seperti belimbing, perikanan koi, hingga kerajinan kendang yang sudah menembus pasar ekspor,” jelasnya.
Menurut Elim, potensi tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan Makam Bung Karno yang memiliki nilai sejarah sekaligus dampak ekonomi bagi masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar cita-cita besar tersebut dapat terwujud.
“Kita tidak bisa membangun kota ini sendirian. Harus ada sinergi semua pihak untuk mewujudkan Blitar sebagai ‘Singapuranya Jawa Timur’,” tegasnya.
Selain menghadirkan Elim, kegiatan itu juga menghadirkan pelaku usaha ekspor asal Blitar, Anik Sriati, yang membagikan pengalaman membangun usaha hingga berhasil menembus pasar internasional.
Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pemberian penghargaan kepada peserta. Seminar yang berlangsung hingga sore hari itu diharapkan mampu mendorong generasi muda agar lebih berani bermimpi sekaligus mengambil langkah nyata untuk mewujudkannya. (Zan)