BERITABERSATU.COM, BULUKUMBA – Di bawah terik matahari yang menyengat Jalan Muh. Hatta, Kelurahan Caile, deru mesin kendaraan seringkali menenggelamkan suara denting es batu dari sebuah gerobak sederhana. Di sanalah Pak Jusran berdiri setiap hari. Tangannya yang mulai legam dimakan cuaca, dengan telaten menyendok bulir-bulir hijau dawet ke dalam gelas demi gelas demi menyambung hidup keluarganya.
Bagi sebagian orang, es dawet mungkin hanya pelepas dahaga sesaat. Namun bagi Jusran, setiap tetes santan dan gula merah yang ia sajikan adalah harapan untuk masa depan anak-istrinya. Di balik senyum ramahnya kepada pelanggan, tersimpan kekhawatiran tentang modal usaha yang kian menipis di tengah himpitan ekonomi yang semakin mencekik.
Namun, takdir Tuhan bekerja melalui tangan-tangan baik. Sebuah kejutan tak terduga datang menghampiri gerobak kecilnya. Tim Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Bulukumba hadir bukan untuk sekadar menyapa, melainkan membawa amanah yang mampu mengubah raut wajah lelah Jusran menjadi binar penuh syukur.
YBM PLN UP3 Bulukumba menyalurkan bantuan modal usaha yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN. Bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud kepedulian nyata bahwa seorang pedagang kecil di pinggir jalan tidaklah berjuang sendirian.
“Alhamdulillah, terima kasih YBM PLN. Insyaallah dana ini akan saya gunakan untuk menambah kebutuhan usaha agar bisa berkembang lebih baik lagi,” ucap Jusran dengan suara bergetar.
Matanya berkaca-kaca, seolah masih tak percaya bahwa doa-doa yang ia langitkan di sela waktu berjualan kini terjawab melalui institusi yang selama ini ia kenal sebagai penyedia terang bagi rumah-rumah warga.
Ketua YBM PLN UP3 Bulukumba, Faisal Muslimin, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk memastikan “listrik” kebaikan terus mengalir ke sendi-sendi kehidupan masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bantuan ini menjadi motivasi bagi penerima untuk terus mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Faisal dengan penuh harap.
Kini, langkah Pak Jusran tak lagi terasa seberat biasanya. Gerobak dawetnya kini membawa semangat baru. Melalui bantuan ini, PLN membuktikan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat tak hanya hadir melalui aliran kabel listrik di atas langit, tetapi juga menyentuh akar rumput melalui pemberdayaan ekonomi yang memanusiakan manusia.
Di Jalan Muh. Hatta, es dawet itu tetap manis, namun kini ada rasa syukur yang jauh lebih dalam di setiap porsinya. Sebuah pengingat bagi kita semua, bahwa kepedulian kecil kita, bisa menjadi mukjizat besar bagi orang lain. (**)