Aksi MayDay Buruh di Sulsel dapat Pujian yang Dinilai Berjuang Bukan Hanya Kepentingan Diri Tapi Juga untuk Masyarakat

by Editor Muh. Asdar
0 comments

BERITABERSATU.COM, MAKASSAR – Ribuan pengunjuk rasa MayDay dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Sulsel mengepung Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, mereka berorasi silih berganti menggunakan pengeras suara.

Aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau 1 May Day 2026, terpantau aman dan tertib. Terlihat banner terbentang di mobil truk bertuliskan “Masyarakat untuk Keadilan” yang merupakan tema May Day 2026.

KSPSI Sulsel Menyoroti Kondisi Ekonomi dan Gaya Hidup Mewah Pejabat Publik

Jenderal Lapangan KSPSI Sulsel, Irham Tompo, dalam orasinya menyoroti kondisi ekonomi, yang dinilai semakin menekan masyarakat kecil.

“Daya beli rakyat terus melemah dan itu tidak sebanding dengan kenaikan upah akibat dampak inflasi kebutuhan pokok,” tutur Irham. Ia juga menyoroti gaya hidup mewah pejabat. Dimana, seharusnya turut merasakan apa yang dirasakan buruh. Karena itu KSPSI Sulsel mendesak penghentian pemborosan anggaran yang tidak mendesak dan mendorong transparansi laporan harta kekayaan pejabat.

“Kami minta pejabat publik untuk menghentikan pemborosan anggaran dan kami juga minta untuk transparan terkait laporan harta kekayaannya,” tandas Irham.

KSPSI dengan tegas mendesak DPRD Sulsel untuk memfasilitasi persoalan dana pensiun ratusan anggotanya yang terdampak kepailitan perusahaan.

DPRD Sulsel Janji Akan Kawal Aspirasi Buruh

Ketua DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi menerima langsung pengunjuk rasa serta mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dinilainya berlangsung aman dan tertib.

Dengan tegas Ketuan DPRD Sulsel ini mengaku terbuka terhadap dialog dan akan mengawal isu ketenagakerjaan agar mendapat perhatian serius.

“Kami siap menindaklanjuti tuntutan sesuai kewenangan DPRD dan akan meneruskan aspirasi yang menjadi ranah pemerintah pusat,” katanya.

Aksi May Day 2026 ini ditutup dengan seruan solidaritas buruh, mereka komitmen bersama untuk menjaga situasi tetap kondusif. Momen ini pun tak disia siakan demonstran perempuan dengan memberikan bunga mawar warna pink ke Ketua DPRD Sulsel.

Kapolda Sulsel Pantau Aksi MayDay Buruh

Unjuk rasa MaDay 2026 yang digelar KSPSI Sulsel dalam kawalan Aparat Kepolisian Polda Sulsel. Bahkan Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro memantau langsung aksi ini di Aula Biru Ditlantas Polda Sulsel, Jalan AP Pettarani turut dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., M.H., serta para Pejabat Utama Polda Sulsel.

Polri nomor satu Sulsel ini menyebutka unjuk rasa secara serentak di sejumlah titik di Kota Makassar. Tercatat sebanyak 13 titik aksi menjadi pusat konsentrasi massa, di antaranya kawasan Fly Over serta kawasan industri Makassar (KIMA).

Kapolda menyampaikan bahwa Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam pengamanan kegiatan masyarakat serta mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan anarkis, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Dengan sinergi antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan peringatan May Day tahun 2026 di wilayah Sulawesi Selatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

“Kami cukup apresiasi yang dilaksanakan oleh panitia kegiatan buruh dengan mengubah tradisi di mana tradisi turun ke jalan masyarakat tidak terganggu”Dengan situasi yang dijaga dan terjaga berarti perekonomian yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan akan berjalan Sehingga ini imbasnya adalah kesejahteraan para buruh,” ujarnya.

Polisi Pelabuhan Makassar dan Buruh Saling Berbagi Air Minum

Terpantau juga di wilayah Polres Pelabuhan Makassar Aparat kepolisian saling berbagi menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian di tengah peringatan Hari Buruh.

“Kami hadir untuk melayani dan menjaga jalannya unjuk rasa secara humanis. Negara kita adalah negara demokratis, sehingga penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang wajib kami layani dan amankan,” ujar Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti.

Ia menambahkan, kegiatan pembagian air minum tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para buruh yang tengah memperjuangkan aspirasi mereka.

Ketua DPD KSPI Sulsel, Basri Abbas SH, MH

yang dikonfirmasi terpisah menyebutkan bahwa ada 10 tuntutan secara nasional dan itu disampaikan oleh Demonstran di Monumen Nasional (Monas) yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

Sepuluh Tuntutan Buruh di Monumen Nasional

1. Segera wujudkan UU Ketenagakerjaan Pro Buruh dengan melibatkan serikat buruh, pasca putusan MK 168 tentang Omnibuslaw Cipta kerja.

2. Reformasi sistem pengupahan dan hilangkan disparitas upah: Berlakukan upah layak nasional yang adil dan bermartabat bagi kaum buruh.

3. Jamin kepastian kerja: Hapus Sistem Outsourcing, kerja kontrak, kemitraan palsu, dan pemagangan eksploitatif

4. Ratifikasi Konvensi ILO 188, konvensi ILO 190, jamin dan lindungi buruh perempuan dan disabilitas.

5. Sejahterakan tenaga pendidik, dosen, pekerja platform, pekerja medis san kesehatan.

6. Setop PHK masal dan pemberangusan Serikat Buruh.

7. Wujudkan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan berkualitas.
8. Tegakkan supremasi sipil, jaga demokrasi, stop militerisme, stop kriminalisasi gerakan rakyat, bebaskan aktivis yang ditangkap.

9. Jalankan Reforma Agraria sejati, hentikan penggusuran tanah rakyat

10. Hentikan Perang: Solidaritas untuk kedaulatan rakyat Palestina, Iran, Venezuela, Cuba, dan lainnya.

Kadisnakertrans Sulsel Apresiasi Aksi Buruh

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas mengapresiasi berbagai serikat buruh yang telah berkoordinasi sebelum MayDay.

“Mereka (para buruh) sebelum melakukan aksi MayDay lebih dulu melakukan aksi bakti sosial dengan donor darah dan menyambangi panti asuhan. Selain itu juga menggelar Festival May Day di Lapangan Karebosi, menghadirkan hiburan, orasi dan menghadirkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjual produk mereka di tengah massa butuh memperingati May Day dalam Festival dihadiri Forkopinda Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

Dengan kegiatan digelar para buruh di Sulsel menurutnya sungguh mengagumkan. Mereka tidak hanya berjuang untuk kepentingannya, tetapi mereka buruh ini memiliki empati tinggi ke masyarakat. Perubahan ini yang membuat masyarakat tersanjung

Jayadi menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong penyelesaian masalah melalui jalur negosiasi agar tidak ada pihak yang dirugikan. Ia berharap setiap kendala produksi perusahaan akibat tekanan ekonomi dapat diselesaikan dengan Perjanjian Bersama (PB).

“Kita mendorong lahirnya PB yang saling menguntungkan dan saling memahami antara dunia usaha dengan pekerja. Jika bipartit tidak menemui titik temu, kami menyiapkan mediator di tingkat tripartit untuk bernegosiasi bersama agar tidak terjadi PHK,” pungkasnya. (*)

You may also like