Beritabersatu.com, Blitar -Tampuk kepemimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar kini resmi beralih ke tangan Muhammad Rifa’i. Pria yang juga menduduki kursi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar ini dijadwalkan bakal memimpin nakhoda partai berlambang bola dunia tersebut untuk masa bakti yang cukup panjang, yakni hingga tahun 2031.
Langkah awal Rifa’i terbilang berani dengan langsung menetapkan target politik yang tinggi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang. Ia membidik perolehan total 14 kursi di DPRD Kabupaten Blitar. Komitmen penambahan kursi ini pun sudah ia koordinasikan langsung dengan jajaran DPP dan DPW PKB. Berbekal pengalaman panjangnya di jagat politik, Rifa’i merasa sangat yakin target tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk digapai.
“Kalau target ini sebenarnya saya secara pribadi waktu di UKK (Uji Kelayakan dan Kepatutan) dengan DPP sama DPW itu ada target-target perolehan suara. Saya sudah ditargetkan ada kenaikan porsi kursi di dewan ya. Kita menargetkan seperti awal mula berdirinya PKB, ada 13–14 kursi. Kursi sekarang kita ada 11, insyaallah kita targetkan naik menjadi 14 kursi,” ucap Rifa’i pada Jumat (10/07/2026).
Melihat konstelasi saat ini, PKB Kabupaten Blitar telah mengamankan modal awal sebanyak 11 kursi di parlemen. Artinya, di bawah komando baru ini, seluruh elemen partai wajib mengamankan sedikitnya 3 kursi tambahan demi memenuhi ekspektasi yang telah dipatok.
Demi merealisasikan misi besar tersebut, PKB Kabupaten Blitar bergerak taktis. Langkah penataan organisasi internal langsung digeber dalam skala masif agar seluruh mesin politik partai di tiap tingkatan dapat langsung bekerja secara optimal.
“Kepengurusan ini dalam kurun waktu 6 bulan sampai Desember nanti, jajaran pengurus DPC, lembaga, dan badan di DPC, serta DPAC dan DPRT se-Kabupaten Blitar harus selesai di tahun 2026,” imbuhnya.
Strategi yang diterapkan Rifa’i dalam penyusunan struktur kepengurusan baru ini pun terbilang segar. Ia secara sengaja menyuntikkan energi baru ke dalam tubuh partai dengan melibatkan gelombang generasi muda secara terukur.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah konkret agar PKB dapat lebih luwes merangkul pemilih milenial dan Gen Z, sekaligus menjaga dinamika partai agar tidak stagnan dan siap menghadapi tantangan zaman modern.
“Oh iya, makanya kita memasukkan pengurus-pengurus yang sekarang newcomer (pendatang baru). Untuk pengurus yang lama, semuanya masuk di jajaran Dewan Syuro. Sementara yang anak-anak muda, kita rekrut semuanya untuk mengisi jajaran Dewan Tanfidz,” tandasnya.(zan)