Beritabersatu.com, Blitar – Kisah memilukan sekaligus memicu simpati datang dari Kabupaten Blitar. Enzo Yosef Pratama, seorang balita berusia tiga tahun asal RT 01/RW 01 Desa Resapombo, Kecamatan Doko, harus berjuang melawan vonis kelainan jantung di usia yang masih sangat muda.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Enzo didiagnosis harus segera menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Operasi ini menjadi satu-satunya harapan agar balita malang tersebut bisa tumbuh normal seperti anak-anak sebayanya.
Namun, jalan menuju kesembuhan sempat menemui jalan buntu. Orang tua Enzo, Fendi Setyawan, kedapatan tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat biaya operasi yang mencapai puluhan juta rupiah menjadi beban yang mustahil dipikul sendiri.
Melihat kondisi darurat tersebut, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang langsung mengambil tindakan. Selain memberikan pendampingan medis awal selama lima hari, pihak yayasan juga mengirimkan surat resmi kepada Bupati Blitar, Rijanto, untuk mengetuk pintu kepedulian pemerintah daerah.
Langkah ini rupanya membuahkan hasil manis. Surat dari yayasan tersebut langsung direspons cepat oleh orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu.
Menyadari birokrasi administrasi membutuhkan waktu sedangkan nyawa Enzo sedang berkejaran dengan waktu, Bupati Rijanto mengambil inisiatif spontan. Ia menggalang aksi solidaritas bersama sejumlah kepala dinas di lingkup Pemkab Blitar untuk patungan menggunakan dana pribadi.
“Alhamdulillah, semalam Bapak (Bupati) bersama beberapa kepala dinas lainnya patungan. Diperkirakan untuk operasi awal sudah bisa tercukupi,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar, Agung Wicaksono.
Saat ini, Enzo didampingi keluarganya telah diberangkatkan dan berada di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, untuk menunggu jadwal tindakan operasi.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kaku-nya urusan birokrasi pemerintahan, sisi kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama tetap menjadi prioritas utama demi menyelamatkan nyawa seorang anak bangsa. (Zan)