BERITABERSATU.COM,Pemalang – Sebanyak 368 pesilat resmi dikukuhkan sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pemalang Pusat Madiun dalam prosesi pengukuhan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemalang, Sabtu (20/6/2026).
Prosesi yang sakral yang menandai fase baru kedewasaan para pesilat tersebut dihadiri langsung Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Pemalang.
Pada kesempatan itu, Bupati Anom mengingatkan bahwa predikat sebagai warga PSHT membawa konsekuensi moral yang tidak ringan.
“Menjadi bagian dari PSHT bukan hanya sekadar pengakuan organisasi, melainkan juga tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Anom dalam sambutannya.
Anom juga menekankan peran aktif organisasi pencak silat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Ia meminta seluruh pendekar yang baru disahkan untuk tidak mudah terprovokasi dan konsisten merawat iklim kondusif.
Tak hanya itu, dirinya juga meminta komitmen seluruh anggota untuk menjauhi segala bentuk gesekan fisik yang dapat merugikan ketenteraman publik.
“PSHT harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian dengan menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkistis, serta ikut menjaga persatuan dan kekondusifan wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Cabang PSHT Kabupaten Pemalang, Slamet Efendi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah. Momentum ini juga menandai awal masa bakti barunya setelah kembali dipercaya memimpin PSHT Pemalang untuk periode 2026–2031.
Slamet menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir, PSHT Pemalang terus berupaya mengikis stigma negatif dengan memperbanyak kontribusi sosial nyata. Beberapa program yang telah berjalan di antaranya keaktifan dalam penanggulangan pandemi, pelatihan wawasan kebangsaan bersama TNI, hingga pembentukan tim tanggap bencana.
“PSHT siap hadir di tengah masyarakat, membantu dalam kegiatan sosial, penanggulangan bencana, serta menjaga keamanan dan ketertiban,” tandasnya.(*)