BERITABERSATU.COM, MAKASSAR – Graha Pena Fajar, Makassar, menjadi saksi berlangsungnya perhelatan akbar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Selasa (2/6/2026).
Forum tertinggi organisasi wartawan tingkat provinsi ini digelar untuk menentukan nahkoda baru dan arah kebijakan PWI Sulsel lima tahun ke depan.
Konferensi ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Arafah yang mewakili Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, unsur Forkopimda, serta pengurus PWI dari berbagai kabupaten/kota.
Sejak pagi hari, lokasi kegiatan telah dipadati oleh ratusan insan pers. Tercatat 305 peserta penuh (pemilik KTA B) dan lebih dari 100 peserta peninjau hadir memadati ruangan, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap suksesi kepemimpinan ini.
Ketua Panitia Konferensi, Faisal Palapa, mengungkapkan bahwa meski sempat mengalami penundaan dari rencana awal Februari lalu akibat dinamika organisasi, hajatan ini akhirnya dapat terlaksana dengan lancar.
Namun, ia menyoroti data Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun ini sebanyak 305 orang, yang tercatat menurun dibanding konferensi tahun 2021 sebanyak 338 orang. Hal ini menjadi catatan serius bagi pengurus terpilih untuk kembali menggencarkan peningkatan kompetensi jurnalis di Sulsel.
“Berdasarkan data Dewan Pers, ada 1.076 jurnalis di Sulsel yang sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Namun, hanya 305 yang masuk DPT. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus mendatang agar lebih banyak jurnalis yang memenuhi syarat menjadi anggota penuh PWI,” ujar Faisal.
Ia juga menekankan pentingnya validasi data anggota secara berkelanjutan agar ke depan tidak ada lagi ketidakakuratan data, seperti anggota yang sudah meninggal dunia namun masih tercatat dalam sistem.
Konferensi PWI Sulsel kali ini mengerucut pada dua kandidat kuat calon ketua, yaitu Suwardi Tahir (mantan Pemimpin Redaksi Harian Fajar) dan Amrullah Basri.
Meski persaingan kursi kepemimpinan cukup ketat, Faisal Palapa berharap seluruh proses pemilihan tetap mengedepankan asas kekeluargaan. Menurutnya, tujuan utama konferensi bukan sekadar pergantian figur, melainkan upaya bersama untuk memajukan organisasi.
“Sangat mungkin kita mengedepankan musyawarah. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu merangkul semua pihak dan duduk bersama demi kemajuan PWI Sulsel,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses konferensi masih berlangsung dengan agenda pembahasan program kerja dan pemilihan ketua secara demokratis. (**)