BERITABERSATU.COM,Pemalang – Misteri sosok wanita bernama Ambar yang diamankan bersama Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sebuah hotel di Jakarta, masih menjadi tanda tanya besar.
Hingga kini, identitas maupun peran Ambar dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat Anom belum diungkap secara gamblang oleh penyidik. Keberadaannya di hotel bersama Anom saat OTT berlangsung justru memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun demikian, KPK menegaskan seluruh informasi terkait sosok Ambar masih dalam tahap pendalaman. Penyidik memastikan setiap pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa maupun memiliki keterkaitan dengan perkara akan diperiksa berdasarkan alat bukti yang dimiliki.
Kasus yang menyeret Bupati Pemalang ini pun terus berkembang. Sejumlah lokasi telah digeledah, mulai dari rumah dinas bupati, kantor pemerintahan, hingga kediaman pihak-pihak yang diduga memiliki kaitan dengan perkara tersebut. Penyidik juga telah menyita sejumlah barang bukti untuk memperkuat konstruksi kasus.
Di tengah derasnya perhatian publik, kemunculan nama Ambar menjadi salah satu teka-teki yang paling menyita perhatian.
Publik kini menanti penjelasan resmi dari KPK mengenai siapa sebenarnya sosok perempuan tersebut, apa kapasitasnya berada di lokasi saat OTT berlangsung, serta apakah keberadaannya memiliki keterkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diusut.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari KPK yang menetapkan Ambar sebagai tersangka maupun menyatakan bahwa yang bersangkutan terlibat dalam tindak pidana.
Karena itu, seluruh dugaan mengenai perannya masih menunggu hasil penyidikan yang dilakukan secara menyeluruh oleh lembaga antirasuah tersebut.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein membenarkan Anom memang diamankan di sebuah hotel di Jakarta. Namun, penyidik masih mendalami peran perempuan yang turut diamankan tersebut.
“Bupati yang di hotel itu ya betul itu diamankan di hotel,” kata Taufik kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2026.
Meski demikian, Taufik menegaskan penyidik belum dapat menyimpulkan keterlibatan Ambar dalam perkara dugaan pemerasan yang sedang diusut.
“Tapi nanti pihak-pihak yang bersama Bupati ini sedang didalami karena kalau tadi kita sudah sampaikan itu ada 21 orang yang ikut diamankan ya,” ujar Taufik.(*)