BERITABERSATU.COM, SINJAI – Di bawah langit Sabtu yang masih menyisakan embun di Alun-Alun Sinjai Bersatu, ribuan pasang kaki melangkah dengan ritme yang sama. Namun, bagi Rifqa Nurul Aflah (25), setiap langkahnya pagi itu bukanlah tentang mengejar garis finis, apalagi membayangkan sebuah mesin berkilauan akan menjadi miliknya.
Rifqa adalah potret ketulusan yang sering kita temukan di sudut-sudut ruang kelas. Sebagai Guru PPPK Paruh Waktu, di SD Negeri No. 89 Lappa, kesehariannya adalah tentang menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan memastikan anak-anak didiknya mampu mengeja masa depan dengan benar.
Acara Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 itu nyaris usai. Terik matahari mulai menyengat, dan sebagian peserta sudah mulai melipat harapan mereka bersama kupon yang belum terpanggil.
Namun, takdir memiliki caranya sendiri untuk memberi kejutan. Di detik-detik terakhir menjelang penutupan, sebuah nomor dibacakan. Nama “Rifqa Nurul Aflah” menggema melalui pengeras suara, membelah kerumunan.
“Masih kaget sebenarnya. Awalnya cuma ikut jalan santai Hardiknas saja supaya sehat. Tidak disangka di detik terakhir sebelum penutupan, nomor dan nama saya terpanggil. Rasanya antara percaya dan tidak percaya,” ungkap Rifqa dengan mata yang masih berkaca-kaca.
Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor sumbangsih dari Anggota DPR RI, Nurdin Halid, kini berdiri di hadapannya. Bukan sekadar kendaraan, bagi seorang guru paruh waktu, ini adalah jawaban atas doa-doa yang mungkin tak pernah ia ucapkan dengan lantang.
Bagi seorang tenaga pendidik, mobilitas adalah urat nadi pengabdian. Rifqa mengakui bahwa hadiah ini bukan sekadar keberuntungan undian, melainkan berkah yang akan langsung bersinggungan dengan dedikasinya di dunia pendidikan.
Selama ini, ia melakoni perannya dengan kesederhanaan. Kini, motor tersebut akan menjadi saksi bisu perjalanan barunya menuju sekolah setiap pagi.
“Harapannya semoga doorprize ini menjadi berkah, dan bisa dipakai untuk hal-hal yang baik, terutama untuk berangkat kerja,” tambahnya dengan senyum sumringah yang tak pudar.
Kisah Rifqa adalah pengingat bagi ribuan peserta yang memadati Alun-Alun Sinjai Bersatu. Di balik kemeriahan acara yang diikuti oleh pelajar hingga masyarakat umum tersebut, terselip pesan tentang silaturahmi.
Rifqa berpesan bahwa partisipasi dalam kegiatan positif seperti ini tidak boleh didasari oleh ambisi semata. Ia percaya bahwa rezeki adalah “tamu” yang akan datang tepat waktu kepada mereka yang bergerak dengan ikhlas.
“Pesanku bagi seluruh peserta, jangan bosan-bosan ikut acara seperti ini. Selain sehat, kita bisa bersilaturahmi. Kalau rezeki tidak akan ke mana,” pungkasnya menutup percakapan.
Saat mesin motor itu pertama kali dinyalakan, ia bukan sekadar menderu. Ia sedang merayakan semangat seorang guru muda yang kini memiliki “sayap” baru untuk terbang lebih jauh, mendidik lebih banyak, dan mengabdi lebih tulus bagi bumi Sinjai. (Ads)