BERITABERSATU.COM, SINJAI – Pemandangan antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sinjai kini mulai sirna. Berdasarkan pantauan pada Rabu (1/4/2026), kondisi distribusi BBM di Bumi Panrita Kitta ini sudah kembali normal dan kondusif.
Salah satu titik yang terpantau lancar adalah SPBU Jalan Persatuan Raya, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara. Tidak ada lagi tumpukan kendaraan roda empat yang biasanya memicu kemacetan arus lalu lintas. Begitu pula di jalur pengisian kendaraan roda dua yang kini tampak jauh lebih tertib.
Kembalinya kelancaran distribusi ini disambut antusias oleh masyarakat. Warga yang sebelumnya harus meluangkan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar, kini bisa bernapas lega.
Arhan, salah seorang pengendara motor, mengaku situasi saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Alhamdulillah sudah normal. Meski masih ada antrean untuk motor, tapi itu masih terbilang sangat wajar karena memang begitu kondisinya sehari-hari, sekitar lima motor saja di depan,” ungkapnya dengan nada syukur.
Kondisi kondusif ini menyusul langkah cepat Bupati Sinjai, Hj Ratnawati Arif, yang sebelumnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU pada Senin (30/3/2026). Dalam sidak tersebut, Bupati memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Sinjai dalam posisi aman.
Ia pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang memicu kepanikan. Warga juga diminta untuk Beli Sesuai Kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah juga mengimbau agar tidak ada pihak yang menimbun BBM demi keuntungan pribadi, karena Pertamina telah menjamin pasokan BBM akan masuk setiap hari.
“Jangan berlebihan, karena kasihan pengguna lain yang tidak kebagian. Insya Allah setiap hari ada pasokan dan ini sudah dijamin oleh Pertamina,” tegas Hj Ratnawati Arif.
Dengan distribusi yang kembali normal, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Sinjai dapat berjalan lancar tanpa terkendala urusan bahan bakar. (Ads)