Beritabersatu.com, Bone — Sejumlah petani tambak di Kelurahan Panyula, Kabupaten Bone, mendatangi kantor kelurahan setempat pada Jumat (15/5/2026). Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan terkait banjir yang merendam area tambak dan menyebabkan kerugian bagi para pembudidaya ikan dan pembudidaya rumput laut.
Sejak pagi, warga telah berada di kantor Kelurahan Panyula sambil menunggu kedatangan Lurah Panyula, Taqwa Alam Rasul. Setelah tiba di kantor, lurah menerima dan berdialog langsung dengan para petani tambak yang terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan kondisi tambak yang terdampak banjir, termasuk kerusakan area budidaya dan terganggunya usaha perikanan mereka. Para petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serta langkah penanganan terhadap dampak yang dialami masyarakat.
Menanggapi hal itu, Lurah Panyula, Taqwa Alam Rasul, menjelaskan bahwa persoalan teknis terkait kondisi tambak dan budidaya ikan sebaiknya disampaikan langsung kepada penyuluh perikanan yang memiliki kewenangan dan pemahaman teknis di lapangan.
“Kalau saya, secara teknisnya itu langsung saja ke penyuluh perikanan karena saya tidak bisa berbicara teknis terkait tambak tersebut,” ujar Taqwa Alam Rasul.
Ia menambahkan, laporan mengenai kerusakan tambak maupun kondisi ikan dapat diteruskan kepada penyuluh perikanan agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur dan kewenangan yang ada.
Menurutnya, penyuluh perikanan memiliki kapasitas untuk melakukan pendataan dan mengetahui kondisi teknis tambak warga, termasuk dampak banjir terhadap budidaya ikan bandeng.
“Yang kita butuhkan hari ini adalah perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak banjir,” kata Taqwa Alam Rasul.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif. Warga berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan solusi, maupun bantuan kepada petani tambak yang terdampak banjir di Kelurahan Panyula.(*)
Laporan : Suparman Warium