BERITABERSATU.COM, JEMBER — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Abdul Halim, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap berbagai kebijakan dan program kerja yang digagas serta dijalankan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (akrab disapa Gus Fawait).
Menurutnya, seluruh kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah kini telah dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Jember, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga penanganan kemiskinan.
Pernyataan ini disampaikan Abdul Halim saat memberikan sambutan sekaligus pidato resmi mewakili Bupati Jember dalam acara Pameran Pendidikan yang berlangsung di Aula Graha Wiyata Mandala, pada Senin 11 Mei 2026.
Kegiatan besar ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak: Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang menjadi penanda keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Dalam pidatonya Abdul Halim menegaskan, bahwa kehadiran Gus Fawait sebagai pemimpin daerah merupakan anugerah besar bagi warga Jember. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersyukur atas terpilihnya sosok yang dinilai sangat memahami kebutuhan rakyat dan berani mengambil keputusan strategis demi kesejahteraan bersama.
“Kita seluruh warga Jember wajib bersyukur, telah dikaruniai dan diberikan seorang Bupati yang luar biasa. Segala program dan kebijakan yang beliau canangkan, semuanya kini sudah terasa manfaatnya secara nyata di tengah masyarakat. Tidak ada program yang sekadar wacana, semuanya dijalankan dan dirasakan dampaknya,” tegas Abdul Halim.
Salah satu poin utama yang disorot dan diapresiasi Abdul Halim adalah kebijakan berani yang diambil Gus Fawait terkait pengangkatan tenaga paruh waktu. Ia mengakui, kebijakan ini bukanlah hal yang mudah, namun berhasil diselesaikan dengan koordinasi yang sangat baik antara eksekutif dan legislatif.
“Saya sampaikan secara terbuka, urusan mengangkat tenaga paruh waktu ini adalah urusan yang sangat sulit dan berat. Namun, beliau (Gus Fawait) terus berkoordinasi intensif dengan kami di DPRD hingga akhirnya jalan keluar ditemukan. Perlu diketahui, jumlah tenaga paruh waktu terbanyak berada di lingkungan Dinas Pendidikan, dan mayoritas dari mereka adalah tenaga pendidik atau guru. Artinya, langkah ini sangat besar dampaknya bagi dunia pendidikan kita,” jelasnya.
Selain itu, Abdul Halim juga menyoroti kebijakan pemerintah daerah yang konsisten menjaga kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN). Di tengah tekanan keuangan daerah dan kondisi ekonomi yang fluktuatif, Gus Fawait tetap berkomitmen agar tunjangan dan hak ASN tetap utuh.
“Kita semua tahu, tunjangan ASN di Kabupaten Jember semuanya aman, tidak ada perubahan negatif, tidak ada pengurangan sedikit pun. Padahal kalau kita lihat di beberapa daerah lain, ada yang terpaksa menurunkan tunjangan atau mengurangi hak pegawai. Di Jember tidak! Itu adalah langkah brilian yang diambil beliau, karena beliau paham bahwa pelayanan yang baik lahir dari kesejahteraan pelaksananya,” tambahnya.
Sorotan paling mendalam dan menjadi kebanggaan besar lainnya adalah program layanan kesehatan gratis melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional – Universal Health Coverage (UHC). Abdul Halim menyebut kebijakan ini sebagai langkah paling fundamental dan strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jember, meski membebani anggaran daerah secara sangat besar.
“Ini yang patut kita acungi jempol. Strategi pengentasan kemiskinan yang beliau pilih adalah dengan memberikan layanan kesehatan gratis sepenuhnya bagi warga Jember. Terus terang, beban yang ditanggung daerah sangat tinggi, mencapai lebih dari 400 miliar rupiah yang harus dibayarkan setiap tahunnya untuk premi asuransi kesehatan warga. Nilai yang sangat fantastis, namun beliau berani mengambil risiko itu demi rakyat,” ungkap Abdul Halim.
Menurutnya, kebijakan ini memiliki logika yang sangat kuat, kemiskinan di Indonesia sering kali bertambah karena masyarakat jatuh miskin akibat biaya pengobatan yang mahal. Dengan kesehatan gratis, risiko tersebut hilang.
“Ketika layanan kesehatan itu gratis, maka beban masyarakat miskin berkurang drastis. Uang yang seharusnya dipakai untuk berobat bisa dipakai untuk kebutuhan lain, untuk makan, atau untuk pendidikan anak. Hasilnya? Sekarang data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) sudah menunjukkan bukti nyata, dalam kurun waktu satu tahun enam bulan masa jabatan beliau, angka kemiskinan di Kabupaten Jember mengalami penurunan yang signifikan. Ini bukti kebijakan yang tepat sasaran,” paparnya.
Lebih jauh, Abdul Halim menyampaikan bahwa keberhasilan kepemimpinan Gus Fawait telah menempatkan Kabupaten Jember pada peta prioritas pembangunan nasional. Ia menegaskan, pusat melihat Jember sebagai daerah yang layak mendapat perhatian lebih karena memiliki unsur pimpinan daerah yang berani, bekerja keras, dan memiliki visi jelas.
“Kabupaten Jember kini resmi menjadi prioritas pembangunan nasional. Mengapa? Karena pusat melihat kualitas unsur pimpinan daerahnya. Buktinya sangat nyata, dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu terakhir, hampir pasti ada kunjungan menteri, wakil menteri, atau pejabat tinggi negara yang datang ke Jember. Ini artinya Jember sudah menjadi tumpuan, Jember akan menjadi pintu gerbang kemajuan di wilayah ini,” ujarnya.
Arus dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat pun mengalir deras ke Jember. Abdul Halim menyebutkan, bantuan revitalisasi dan pengembangan, khususnya untuk sektor pendidikan, nilainya sangat tinggi. Hampir seluruh kementerian di bawah pemerintah pusat memiliki program yang diturunkan dan dilaksanakan di Kabupaten Jember.
“Dukungan ini bukan kebetulan, tapi berkat kerja keras pemerintah daerah dan tentunya berkat doa serta dukungan seluruh masyarakat Jember. Inilah modal besar agar Jember bisa melompat lebih tinggi, tampil di pentas nasional, hingga nama Jember dikenal di kancah dunia internasional,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Abdul Halim juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, di tengah gejolak krisis ekonomi global serta ketidakstabilan situasi keamanan internasional, Indonesia tetap mampu bertahan dan menjaga stabilitas ekonomi dengan sangat baik.
“Kita juga harus berterima kasih pada pemerintah pusat. Di tengah krisis ekonomi global dan tantangan keamanan yang mengancam banyak negara, Indonesia masih bisa bertahan dan tumbuh. Bahkan, berdasarkan prediksi para pengamat ekonomi dunia, ada kemungkinan besar Indonesia akan menduduki peringkat ke-4 sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Ini kabar gembira yang harus kita dukung bersama,” tutup Abdul Halim dengan optimis.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif di Jember berjalan sangat baik, dengan tujuan tunggal: mewujudkan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, dan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember menuju masa depan yang lebih gemilang. (Adv/Tahrir)