BERITABERSATU.COM, JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember terus bergerak cepat dalam mematangkan berbagai langkah strategis guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi warga yang bekerja di luar negeri.
Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Gerakan Nasional Migrasi Aman, yang berlangsung di Aula Bawah Pemerintah Kabupaten Jember, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dan pondasi utama dalam mempersiapkan pelaksanaan program nasional tersebut di wilayah Kabupaten Jember.
Rapat koordinasi strategis ini dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, S.Sos., didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember. Turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam pelayanan, perlindungan, maupun pemberdayaan masyarakat dan tenaga kerja.
Penyelenggaraan rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut nyata atas hasil kunjungan kerja Bupati Jember ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) beberapa waktu lalu. Pertemuan tingkat pusat dan daerah tersebut menghasilkan kesepahaman dan komitmen kuat untuk mewujudkan tata kelola migrasi tenaga kerja yang lebih baik, aman, legal, dan sejahtera, sehingga seluruh kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke tingkat daerah.
Dalam pembahasan yang berlangsung intensif, sejumlah agenda strategis menjadi fokus utama. Salah satu bahasan terpenting adalah persiapan menyambut rencana kunjungan kerja Menteri KP2MI ke Kabupaten Jember yang dijadwalkan akan terlaksana dalam waktu dekat. Kunjungan Menteri ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pengawasan, pendampingan, sekaligus peninjauan langsung terhadap kesiapan daerah dalam menjalankan mandat perlindungan pekerja migran.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan utama dalam persiapan tersebut adalah Desa Migran Emas. Program ini digadang-gadang akan menjadi terobosan penting yang diharapkan mampu memperkuat sistem perlindungan secara menyeluruh, mulai dari pra-keberangkatan, masa bekerja, hingga pasca-kepulangan. Selain itu, program ini juga dirancang untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta seluruh anggota keluarganya yang tertinggal di daerah asal.
Tidak hanya membahas program, rapat koordinasi juga menyoroti aspek infrastruktur pelayanan. Para peserta rapat melakukan peninjauan mendalam terkait rencana penentuan lokasi pembangunan Pusat Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di wilayah Kabupaten Jember. Kehadiran P4MI nantinya akan menjadi satu-satunya wadah terpadu yang menyediakan segala jenis layanan, informasi, pendampingan, hingga penyelesaian masalah bagi masyarakat yang berniat bekerja ke luar negeri. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan luar biasa agar setiap warga yang berangkat bekerja ke luar negeri melakukannya melalui jalur prosedural, aman, dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, S.Sos., dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember memberikan dukungan penuh dan tanpa syarat terhadap seluruh program nasional yang digagas oleh Kementerian KP2MI terkait pelindungan PMI. Menurutnya, rapat koordinasi ini sangat krusial untuk menyamakan persepsi, menyatukan langkah, serta memastikan kesiapan teknis maupun administrasi dari seluruh pihak terkait.
“Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting dalam menyatukan persepsi dan kesiapan seluruh pihak, khususnya dalam mendukung Gerakan Nasional Migrasi Aman serta persiapan matang menyambut kunjungan Menteri KP2MI ke Kabupaten Jember. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat dapat kami terjemahkan dengan baik dan tepat sasaran di wilayah kami,” ujar Akhmad Helmi Luqman.
Lebih lanjut ia menjelaskan, program Desa Migran Emas yang sedang disiapkan ini diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pekerja migran dan keluarganya. Konsep desa ini akan menjadikan desa sebagai basis utama pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan potensi warga yang bekerja di luar negeri, sehingga tercipta pola migrasi kerja yang aman, legal, dan sangat produktif, baik selama bekerja maupun saat kembali ke kampung halaman.
“Kami berharap sinergi antar OPD dan seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan secara optimal, terpadu, dan berkelanjutan. Kolaborasi inilah kunci utama agar program perlindungan dan pemberdayaan PMI di Kabupaten Jember dapat terlaksana secara maksimal, dirasakan manfaatnya, serta benar-benar menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga kami,” tambahnya.
Melalui terselenggaranya rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Jember secara tegas menunjukkan komitmen tinggi dan keseriusannya dalam mendukung penguatan tata kelola migrasi aman di Indonesia. Hal ini juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi calon pekerja migran Indonesia yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah dan nasional.
Ke depannya, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember selaku leading sektor akan terus melakukan koordinasi intensif, penyempurnaan rencana teknis, serta persiapan fasilitas dan sumber daya manusia. Semua langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh agenda kunjungan Menteri KP2MI berjalan lancar, sukses, serta menghasilkan rekomendasi dan terobosan baru yang membawa manfaat nyata dan kesejahteraan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember. (Adv/Tahrir)