Ancaman Bendungan Mrica Meningkat, Pengolahan Lumpur Jadi Batu Bata Dikritik Tak Efektif

by Syamsuddin
0 comments

BANJARNEGARA, BERITABERSATU – Tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, meninjau langsung kondisi Bendungan Mrica di Banjarnegara yang kini mengalami sedimentasi parah, Jumat (15/5/2026).

Didampingi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Banjarnegara, Junaedi, S.T., tim BBWSO melihat langsung bagaimana bendungan yang dibangun pada 1989 ini sedang “tercekik” oleh sedimen.

Isu sedimentasi yang selama ini dianggap sebagai masalah operasional pembangkit, kini telah bergeser menjadi alarm mitigasi bencana yang mendesak.

Tumpukan lumpur yang masif telah menutupi sebagian besar kapasitas waduk, sehingga mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sekaligus meningkatkan risiko bencana bagi warga di sepanjang aliran Sungai Serayu.

Kunjungan BBWSO dan BPBD Kabupaten Banjarnegara sore itu menegaskan satu hal, yaitu mitigasi tidak bisa menunggu.

Selama ini, metode pembersihan manual hanya mampu menangani 12% dari total 4 juta meter kubik sedimen yang masuk setiap tahunnya. Sisanya Menumpuk dan mengeras menjadi ancaman.

“Kita harus ingat, isu Mrica saat ini adalah isu nyawa ribuan warga di sepanjang DAS Serayu,” lanjut Junaedi.

Sejarah mencatat Mrica dibangun dengan visi menjadi tulang punggung energi. Namun, realita di tahun 2026 menunjukkan kondisi kritis, waduk ini hanya menyisakan sekitar 10 % kapasitas efektifnya.

“Data ini bukan sekadar angka. Ini adalah alarm keras. Dengan 90% kapasitas terisi sedimen, bendungan berada dalam posisi sangat rentan terhadap ancaman cuaca ekstrem atau guncangan seismik seperti Megathrust,” ungkap Junaedi di sela-sela peninjauan.

Ketakutan akan “Mrica Jebol” bukan lagi sekadar isapan jempol. Jika tanggul gagal menahan beban akibat luapan air yang tak lagi tertampung, ribuan jiwa di Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap berada dalam zona bahaya.

Sebagai solusi, teknologi Mud Suction Pump mulai digulirkan. Berbeda dengan pengerukan konvensional yang lambat, metode ini bekerja bak pembersih vakum raksasa yang menyedot lumpur kental melalui jaringan pipa menuju tujuh titik dumping area seluas 145 hektar di Kecamatan Bawang dan Purwanegara.

Sementara itu, pemerhati dan pegiat lingkungan, Jalu Dwi Prasetyo Aji, menilai langkah yang diambil selama ini masih jauh dari kata cukup. Ia melontarkan kritik keras terhadap PT Indonesia Power selaku pengelola.

Menurut Jalu, penanganan sedimentasi di Bendungan Mrica seringkali terjebak dalam kegiatan yang bersifat kosmetik atau seremonial.

“Jangan cuma acara-acara seperti pembersihan enceng gondok atau pembuatan batu bata dari sedimen. Itu tidak signifikan karena volume lumpur yang turun sangat masif,” tegas Jalu.

Ia menekankan bahwa kondisi Mrica saat ini membutuhkan “operasi bedah”, bukan sekadar “vitamin”. Jika reboisasi adalah langkah pencegahan di hulu, maka pengerukan besar-besaran adalah harga mati untuk menyelamatkan hilir.

“Erosinya dari hulu itu sangat banyak. Ketika yang diambil cuma sedikit, maka tidak mencukupi. Lihat saja di wisata Sekong yang berada di komplek bendungan Panglima Sudirman, kedalamannya dulu 10 meter, sekarang tinggal 2-3 meter,” tambahnya.

Jalu juga menyoroti adanya keresahan yang mulai mengakar di tingkat bawah. Masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai kini mulai dihantui ketakutan setiap kali hujan lebat turun.

Ia mendesak adanya sinergi nyata antara pemerintah pusat, daerah, dan Indonesia Power, bukan saling lempar tanggung jawab.

Kini, waktu seolah sedang berkejaran dengan laju lumpur. Menyelamatkan Bendungan Mrica bukan lagi sekadar menjaga pasokan listrik di Pulau Jawa, melainkan menjaga peradaban di sepanjang Sungai Serayu agar tidak terhapus oleh bencana yang sebenarnya bisa diantisipasi.

Jika langkah radikal tidak segera dipercepat, warisan pembangunan ini mungkin hanya akan menyisakan cerita tentang waduk Panglima besar Sudirman yang berubah menjadi daratan lumpur yang mengancam.

(Arief/Beritabersatu.com)

You may also like

Bocoran Rtp Live Terbaru 2026 Pola Permainan Yang Banyak Dibahas Pemain Berpengalaman Analisis Rtp Live 2026 Strategi Sederhana Yang Bikin Pemain Lebih Percaya Diri Tren Rtp Live Terbaru 2026 Kenapa Banyak Pemain Mulai Ubah Pola Bermain Update Rtp Live 2026 Pola Unik Yang Disebut Lebih Efektif Dari Sebelumnya Rahasia Rtp Live 2026 Yang Mulai Terbongkar Di Kalangan Komunitas Pemain Rtp Live Terbaru 2026 Ini Alasan Pola Permainan Berubah Drastis Bocoran Data Rtp Live 2026 Analisis Yang Bikin Banyak Pemain Terkejut Strategi Rtp Live 2026 Yang Disebut Lebih Praktis Dan Tidak Ribet Fenomena Rtp Live 2026 Pola Bermain Yang Mulai Viral Di Forum Online Rtp Live 2026 Terbaru Kenapa Banyak Pemain Mengaku Lebih Mudah Menang Bocoran Pola Rtp Live 2026 Yang Mulai Dilirik Pemain Profesional Analisis Terbaru Rtp Live 2026 Pola Yang Dianggap Lebih Stabil Rtp Live 2026 Dan Perubahan Algoritma Yang Jarang Diketahui Pemain Tren Baru Rtp Live 2026 Pola Permainan Yang Lebih Santai Dan Efektif Bocoran Rtp Live 2026 Yang Disebut Bisa Mengurangi Resiko Kerugian Rtp Live Terupdate 2026 Pola Main Yang Banyak Dibahas Di Komunitas Analisa Rtp Live 2026 Kenapa Pola Sederhana Justru Lebih Diminati Strategi Rtp Live 2026 Versi Terbaru Yang Dinilai Lebih Mudah Diterapkan Rtp Live 2026 Dan Perubahan Tren Permainan Di Awal Tahun Bocoran Rtp Live 2026 Pola Bermain Yang Mulai Ramai Dicari Update Rtp Live 2026 Ini Pola Yang Sering Muncul Di Waktu Tertentu Rtp Live 2026 Terbaru Pemain Mulai Beralih Ke Strategi Lebih Sederhana Analisis Rtp Live 2026 Pola Permainan Yang Mulai Terlihat Konsisten Bocoran Rtp Live 2026 Dari Pemain Lama Yang Kembali Viral Rtp Live 2026 Dan Pola Baru Yang Bikin Permainan Lebih Terarah Tren Rtp Live 2026 Yang Bikin Banyak Pemain Mulai Mengubah Strategi Rtp Live 2026 Terkini Pola Bermain Yang Disebut Lebih Efisien Bocoran Terbaru Rtp Live 2026 Kenapa Pola Ini Mulai Sering Digunakan Analisa Rtp Live 2026 Pola Permainan Yang Makin Populer Di 2026 Rtp Live 2026 Dan Rahasia Pola Main Yang Banyak Dibicarakan Pemain