BERITABERSATU.COM, JEMBER — Sebuah peristiwa memilukan menimpa warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, pada Kamis (29/08/2026) siang. Seorang warga bernama Slamet Timbang (58 tahun) tewas secara mengenaskan setelah tertimpa kanopi teras Apotik Annisa 22 yang roboh secara tiba-tiba di lokasi kejadian. Korban menderita luka sangat parah, kepala pecah, dan meninggal seketika di tempat kejadian perkara.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, peristiwa berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB, bertepatan dengan lewatnya rombongan armada sound karnaval yang digelar sore hari ini di Desa Wringinagung . Saat itu, korban diketahui sedang berada tepat di depan apotik Annisa 22, menunggu istrinya yang sedang berbelanja obat di dalam bangunan.
“Saat itu Pak Slamet sedang berdiri di depan apotik, menunggu istrinya yang sedang beli obat di dalam. Tidak selang beberapa saat tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, kanopi teras apotik langsung runtuh menimpanya. Korban langsung jatuh tersungkur dengan kondisi kepala pecah dan tidak tertolong lagi,” ungkap salah satu saksi yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Kejadian ini berbarengan dengan lewatnya rombongan armada sound karnaval di jalan depan lokasi Apotik Annisa 22. Masyarakat yang berada di lokasi sempat sangat terkejut melihat runtuhnya bangunan secara tiba-tiba tersebut tanpa peringatan sebelumnya.
Dari informasi yang berkembang di lapangan, muncul dugaan kuat bahwa bangunan apotik tersebut tergolong bangunan lama yang konstruksinya sudah tidak lagi kuat. Selain itu, disebutkan pula adanya kegiatan cek sound yang dilakukan pada malam sebelumnya di dua titik tidak jauh dari lokasi kejadian. Getaran suara yang cukup keras diduga dapat memperlemah struktur bangunan hingga akhirnya roboh saat siang hari.
“Kemungkinan besar karena bangunan sudah lama dan strukturnya sudah lemah. Ditambah lagi semalam ada cek sound dengan suara yang sangat keras, bisa jadi bangunan sudah retak dan akhirnya roboh saat ini,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Sementara itu, Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma membenarkan terjadinya peristiwa tersebut kepada awak media. Menurut keterangan resmi pihak kepolisian, kejadian berlangsung pada Kamis, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, dan penyebab kematian korban dipastikan akibat tertimpa runtuhnya kanopi teras Apotik Annisa 22.
“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam di tempat kejadian perkara. Di lokasi ditemukan adanya kabel yang terputus, sehingga ada dugaan kemungkinan kabel tersebut tersangkut oleh kendaraan truk sound karnaval yang lewat dan menarik struktur kanopi hingga roboh,” jelas Iptu Imam Kusuma.
Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan bahwa rombongan sound karnaval yang lewat saat kejadian dalam kondisi tidak menyalakan suara, namun kemungkinan besar tersangkutnya kabel pada truk sound menjadi pemicu runtuhnya bangunan tersebut. Hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa menarik kesimpulan pasti penyebab utama kejadian dan masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik Apotik Annisa 22 belum dapat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut. Di lokasi kejadian terlihat warga berkerumun dan segera melakukan proses evakuasi jenazah korban.
Jenazah korban direncanakan akan dibawa ke rumah duka di Dusun Pondok Jeruk, Desa Wringinagung untuk kemudian dimakamkan saat ini juga. Pihak kepolisian berjanji akan mengungkap fakta lengkap penyebab runtuhnya kanopi tersebut dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (Tahrir)