BERITABERSATU.COM,Pemalang – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pemalang kembali menegaskan perannya sebagai kekuatan intelektual dan sosial di tengah dinamika daerah.
Pesan itu mengemuka dalam pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) IV PC PMII Pemalang yang digelar di Gedung PCNU, Sabtu (15/8/2026).
Pembukaan Konfercab yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu menjadi momentum penting bagi kader PMII untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan ke depan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Pemalang, KH Abu Joharudin Bahri, menegaskan PMII harus mampu menjadi fasilitator perubahan sekaligus agent of change dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, kader PMII tidak cukup hanya aktif dalam ruang organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas intelektual dan kepekaan sosial untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“PMII harus menjadi fasilitator perubahan daerah dan agent of change. Kader harus mampu mengembangkan pola pemikiran sosial, politik maupun ekonomi sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pesannya.
Ia juga mendorong kader PMII untuk ikut membangun kemajuan intelektual masyarakat, khususnya di Kabupaten Pemalang.
Pesan serupa disampaikan Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Pemalang, Diana EP Sinaga. Ia meminta seluruh kader tetap kompak dan berada dalam satu barisan untuk membangun kader yang berintelektual sekaligus membumi.
Diana juga menekankan pentingnya tradisi kritik sosial terhadap pemerintah. Menurutnya, kader PMII harus hadir di tengah masyarakat, terutama kelompok yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun akses terhadap pengetahuan.
“Dekati masyarakat yang kurang mampu secara finansial dan keilmuan. Kembangkan ilmu yang sahabat kuasai untuk kemajuan organisasi dan masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ikatan Alumni (IKA) PC PMII Pemalang, Helmi Nuky Nugroho, menyoroti pentingnya keberlanjutan kaderisasi.
Ia meminta kaderisasi tidak berhenti di kampus lama, tetapi terus dikembangkan di kampus-kampus baru. Komunikasi antara kader aktif dan alumni juga dinilai harus diperkuat untuk membuka ruang diskusi yang mampu mendorong kemajuan intelektual masyarakat.
Dari PKC PMII Jawa Tengah, M. Adi Saputra menyampaikan ucapan selamat berkonferensi kepada seluruh kader PMII Pemalang.
Ia menegaskan, Konfercab bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan bagian penting dari pengembangan kaderisasi dan proses regenerasi organisasi.
“Konferensi dibentuk untuk pengembangan kaderisasi dan menunjang pengurus demisioner untuk naik ke struktural di atasnya,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu mengepakkan sayap organisasi dengan menciptakan pola kaderisasi serta ruang-ruang kaderisasi baru.
Sementara itu, Majelis Pertimbangan IKA PMII Pemalang, H. Untoro, menutup rangkaian pembukaan dengan doa. Ia berharap kader aktif dan alumni dapat terus bersinergi serta saling mengisi ruang-ruang keilmuan demi kebaikan bersama.
Ia juga berpesan agar kader PMII senantiasa menjaga integritas dengan menjadi pribadi yang bersih, jujur dan bermanfaat bagi masyarakat.
Konfercab IV PMII Pemalang pun menjadi momentum untuk menentukan wajah baru gerakan mahasiswa di daerah. Tantangannya bukan sekadar memilih siapa yang duduk di kursi kepengurusan, tetapi memastikan kaderisasi melahirkan generasi yang berani berpikir kritis, mampu membaca persoalan rakyat, serta konsisten mengawal jalannya pemerintahan.(*)