Blitar ‘Horeg’ Semalam Suntuk, Sawentar Exotic Karnival 2026 Sedot Ribuan Penonton

by Fauzan
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Ribuan warga memadati ruas jalan Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Minggu malam (27/9/2026). Mereka berjubel menyaksikan kemeriahan Exotic Karnival 2026 yang digelar mulai kawasan SDN Sawentar hingga utara Perempatan Sambong.

Dentuman sound system, sorot laser, dan parade kostum membuat jalan desa berubah menjadi panggung terbuka. Sebanyak 34 peserta tampil membawa beragam kreasi, mulai karakter animasi, gaun bertingkat, hingga kostum dengan hiasan kepala dan sayap.

Tak hanya mengandalkan kemegahan kostum, sejumlah peserta juga menyelipkan cerita lokal dalam penampilannya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pertunjukan teater yang mengangkat legenda Dewi Kilisuci dan Lembu Suro.

Pertunjukan sekitar 10 menit itu menggambarkan kisah Dewi Kilisuci atau Putri Diah Ayu Pusparani yang menggelar sayembara bagi calon suaminya. Salah satu syaratnya, peserta harus membuat dua sumur di puncak Gunung Kelud dalam waktu semalam.

Lembu Suro, raja sakti berkepala sapi, menerima tantangan tersebut. Namun ketika pekerjaannya hampir selesai, konflik terjadi karena Kilisuci disebut tidak bersedia menikah dengannya.

Kilisuci kemudian meminta prajurit menimbun Lembu Suro dengan tanah dan bebatuan. Dari dalam sumur, Lembu Suro konon mengucapkan sumpah yang kemudian dikaitkan dengan murkanya Gunung Kelud.

Legenda tersebut juga dikenal melalui ungkapan, “Blitar dadi latar, Kediri dadi kali, Tulungagung dadi Kedung.”

Penampilan itu mendapat perhatian penonton hingga tepuk tangan terdengar saat adegan berakhir. Salah seorang dewan juri, Sutrino, mengakui pertunjukan tersebut menarik perhatian.

“Oh ya, itu bagus. Tapi saya kan harus rapat dengan para juri lainnya,” ujar Sutrisno.

Di sepanjang jalur karnaval, kemeriahan juga dimanfaatkan warga untuk menggerakkan ekonomi. Ratusan pedagang UMKM membuka lapak dan melayani pengunjung yang memadati lokasi acara.

Ketua Panitia Exotic Karnival 2026 sekaligus Koordinator Pemuda Desa Sawentar Bersatu, Farid Fuadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil inisiatif dan dedikasi para pemuda.

“Kami tanpa bantuan pemerintah desa, namun ini atas dedikasi para pemuda Desa Sawentar Bersatu. Tujuan kami membangkitkan perekonomian warga, sehingga ratusan pedagang turut andil dalam berjualan di sepanjang jalan parade festival,” ujarnya.

Menurut Farid, tingginya antusiasme warga menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut bisa berlangsung meriah. Sebanyak 34 kontestan ambil bagian dalam Exotic Karnival 2026.

Kemasan acara juga didukung sejumlah sound system, di antaranya Diko Jaya Audio, Babe Audio, ABS Audio, Bandar Jagung Audio, serta puluhan truk sound horeg lainnya.

Farid berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan konsep yang lebih matang dan melibatkan lebih banyak masyarakat.

“Semoga tahun depan lebih kompak dan semarak lagi, karena masyarakat butuh hiburan sekaligus ajang membangkitkan UMKM Desa Sawentar,” imbuhnya.

Exotic Karnival 2026 pun tidak hanya menjadi parade kostum. Di tengah ribuan warga yang memadati jalan, kegiatan tersebut mempertemukan kreativitas pemuda, hiburan masyarakat, geliat UMKM, dan cerita legenda lokal dalam satu panggung.**

You may also like