Beritabersatu.com, Blitar – Suasana penuh kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Bodrex. Organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang mayoritas beranggotakan warga lingkungan Ngrebo itu menggelar pengajian dan sholawat akbar, Sabtu malam.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan Gus Farid Ahmad, ulama asal Kuningan, Blitar, yang dikenal melalui lantunan sholawat Sor Jambu. Ribuan jamaah dan masyarakat dari lingkungan sekitar turut hadir mengikuti rangkaian acara.
Kemasan kegiatan dibuat berbeda dari biasanya. Bodrex menyiapkan panggung megah lengkap dengan videotron sehingga suasana pengajian dan sholawatan berlangsung semakin semarak.
Tak hanya menghadirkan hiburan religi dan tausiyah, momentum HUT ke-4 tersebut juga menjadi ajang berbagi. Sejumlah doorprize disiapkan bagi para undangan, khususnya ibu-ibu yang mengikuti acara dari atas karpet yang telah disediakan panitia.
Ratusan hadiah bahkan digantung dan ditempatkan di sekitar area duduk jamaah sehingga peserta bisa langsung mengambil hadiah yang berada tepat di atas tempat mereka.
Panglima Bodrex, Endro, mengatakan terselenggaranya pengajian dan sholawat akbar tersebut tidak lepas dari kekompakan seluruh anggota serta dukungan masyarakat dan para dermawan.
“Kami bisa menggelar pengajian sebesar ini semata-mata karena kekompakan dan kebersamaan anggota. Juga atas bantuan para dermawan yang selama ini peduli dengan kiprah Bodrex,” ujar Endro.
Menurutnya, Bodrex bukan organisasi yang dibentuk untuk menunjukkan siapa yang paling baik. Sebaliknya, Bodrex lahir dari kegelisahan sejumlah warga dari berbagai usia dan latar belakang yang ingin terus belajar memperbaiki diri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
Bodrex selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satunya rutin melakukan kerja bakti setiap malam Jumat dengan membersihkan sejumlah masjid, terutama Masjid Baitul Halim.
Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari menyapu, mengepel hingga mencuci karpet masjid. Selain itu, anggota Bodrex juga aktif membantu kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya.
“Bodrex ini dibentuk dari kegelisahan masyarakat. Kami sadar tidak ada manusia yang sempurna. Karena itu kami terus belajar menjadi lebih baik dan bagaimana keberadaan kami bisa berguna bagi masyarakat dan umat,” jelasnya.
Kepedulian tersebut juga terlihat ketika terdapat kegiatan kerja bakti di lingkungan. Anggota Bodrex berupaya berada di barisan depan untuk membantu masyarakat.
Begitu pula ketika ada warga yang meninggal dunia. Bodrex ikut turun tangan memberikan bantuan, baik berupa tenaga maupun dukungan finansial yang dikumpulkan secara gotong royong dari para anggota.
Endro menegaskan, nama Bodrex bukan sekadar identitas sebuah kelompok, tetapi menjadi simbol semangat untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Filosofi Bodrex adalah bagaimana keberadaan kami bisa ikut mengurangi problematika di masyarakat. Terutama melalui bakti sosial di berbagai bidang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Endro juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap kegiatan Bodrex.
Ia bersyukur, meski baru memasuki usia empat tahun, Bodrex sudah mampu menggelar kegiatan keagamaan dalam skala besar sekaligus menjadikannya sebagai momentum mempererat silaturahmi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini membantu kegiatan Bodrex. Di usia yang baru genap empat tahun, kami bisa menggelar pengajian akbar seperti ini berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga dari lingkungan Ngrebo. Peringatan Maulid Nabi dan HUT ke-4 Bodrex ditutup dengan lantunan sholawat bersama Gus Farid Ahmad dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan.**