Dukung Larung Sesaji Bululawang, Fatatoh Dorong Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Wisata

by Editor Muh. Asdar
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Tradisi Adat Larung Sesaji kembali digelar masyarakat Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Kamis (18/6/2026). Tradisi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa tersebut mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Blitar melalui kehadiran Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, S.E.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Paseban Sedekah Laut Pantai Pasur, Desa Bululawang, itu berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang mengikuti seluruh rangkaian prosesi larung sesaji.

Kehadiran Fatatoh menjadi bentuk komitmen DPRD Kabupaten Blitar dalam mendukung pelestarian budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir selatan. Menurutnya, tradisi seperti Larung Sesaji bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, hingga ekonomi yang penting untuk terus dijaga.

Dalam sambutannya, Fatatoh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bululawang beserta seluruh elemen masyarakat yang tetap konsisten melestarikan tradisi leluhur di tengah derasnya perkembangan zaman.

“DPRD Kabupaten Blitar, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Bululawang, para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Larung Sesaji sebagai warisan budaya yang sangat berharga,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Ia menegaskan bahwa budaya lokal merupakan identitas daerah yang tidak boleh luntur. Menurutnya, menjaga tradisi berarti menjaga jati diri masyarakat Kabupaten Blitar.

“Tradisi Larung Sesaji ini bukan hanya bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan kepada nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Fatatoh menilai pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap generasi muda juga ikut mengenal, mencintai, dan meneruskan tradisi tersebut agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kami berharap tradisi seperti ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Jangan sampai budaya yang menjadi identitas daerah hilang karena kurang mendapat perhatian. Justru budaya lokal harus menjadi kebanggaan bersama,” imbuhnya.

Selain memiliki nilai budaya dan spiritual, Larung Sesaji juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Menurut Fatatoh, apabila dikemas dan dipromosikan dengan baik, tradisi tersebut mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Tradisi budaya seperti Larung Sesaji memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan ini dapat menjadi agenda budaya unggulan Kabupaten Blitar yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata,” jelasnya.

Ia juga menegaskan DPRD Kabupaten Blitar akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pelestarian budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

“DPRD Kabupaten Blitar tentu mendukung setiap upaya pelestarian budaya lokal. Budaya adalah aset daerah yang nilainya tidak ternilai, sehingga harus kita rawat bersama sebagai warisan untuk anak cucu kita,” pungkasnya.

Prosesi Larung Sesaji berlangsung dengan penuh khidmat, diawali doa bersama, kirab budaya, hingga pelarungan sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur atas hasil laut yang melimpah sekaligus doa agar masyarakat pesisir senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan.

Tradisi tahunan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat serta menjaga eksistensi kearifan lokal yang menjadi ciri khas pesisir selatan Kabupaten Blitar.(zan)

You may also like