BANJARNEGARA, BERITABERSATU – Proyek peningkatan jalan ruas Jalan Merden – Lawangawu di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, dilaporkan berhenti selama sekitar satu Minggu.
Mandeknya pekerjaan proyek senilai Rp 8,83 miliar tersebut memunculkan pertanyaan dari warga terkait kelanjutan pembangunan yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026.
Sejumlah warga setempat membenarkan bahwa aktivitas proyek tidak terlihat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, alat berat yang sebelumnya digunakan untuk mendukung pekerjaan di lokasi juga sudah tidak tampak di area proyek.
“Kira-kira sudah sekitar satu minggu berhenti. Alat – alat berat juga sudah diambil. Kalau masalahnya apa, saya tidak tahu,” kata Min, warga setempat.
Sementara itu, Direktur CV Samdo Eka Jaya selaku pelaksana proyek, Doni, mengakui penghentian sementara pekerjaan terjadi akibat persoalan internal. Hal itu disampaikan olehnya saat ditemui awak media, Selasa (2/6/2026).
“Memang pekerjaan berhenti sejak Selasa (26/5/2026), karena ada kendala pada internal kami. Namun, kami pastikan besok pekerjaan sudah mulai berjalan kembali,” kata Doni.
Diketahui, berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan peningkatan ruas Jalan Merden – Lawangawu memiliki nilai kontrak sebesar Rp 8.833.715.500 yang digarap oleh CV Samdo Eka Jaya.
Proyek tersebut bersumber dari DAK Tahun 2026 melalui PAPBD Kabupaten Banjarnegara Tahun Anggaran (TA) 2025, dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 14 April hingga 11 Agustus 2026.
Di tengah target waktu yang terus berjalan, Doni tidak menampik adanya keterlambatan progres pekerjaan. Hingga awal Juni, capaian pekerjaan baru mencapai 10 persen.
“Kami memang mengalami keterlambatan sekitar 7 persen. Saat ini progres baru sekitar 10 persen, sementara target seharusnya adalah 17 persen,” ujarnya.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan kontraktor untuk mengejar sisa pekerjaan. Terlebih, proyek sempat berhenti ketika progres mengalami keterlambatan dari target yang ditetapkan.
Dari pantauan di lokasi, terlihat bekisting di saluran masih terpasang sebagai cetakan cor. Namun, sebagian titik baru memasuki tahap pemasangan tulangan besi.
Meski demikian, Doni membantah isu yang beredar mengenai kemungkinan putus kontrak maupun pergantian kontraktor pelaksana.
“Tidak benar. Insya Allah pekerjaan akan kami selesaikan sampai tuntas dan mutu hasil pekerjaan tetap kami jaga sesuai ketentuan,” tegasnya.
Mandeknya proyek selama sepekan dan adanya deviasi progres pekerjaan menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah selaku pengguna anggaran.
Masyarkat berharap pengawasan ketat dinilai diperlukan agar proyek bernilai miliaran rupiah itu dapat selesai tepat waktu, dan tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.
(ief/rud)