BERITABERSATU.COM, Pemalang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pemalang mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Target besar pun dicanangkan 13 kursi DPRD Kabupaten Pemalang.
Target tersebut ditegaskan Ketua DPC PKB Pemalang, Ajeng Triyani, saat kegiatan pendidikan politik, ta’aruf, dan upgrading jajaran pengurus baru DPC PKB Pemalang di Hall Hotel The Winner, Mulyoharjo, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan itu diikuti jajaran pengurus dan kader PKB dari berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang. Hadir pula Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Tazkiyyatul Muthmainnah, serta Ketua PCNU Kabupaten Pemalang, KH Abu Joharudin Bahry.
Di hadapan kader, Ajeng menegaskan bahwa kepengurusan baru yang dipimpinnya mendapat mandat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan PKB di Pemalang selama lima tahun ke depan.
“Saya diberi mandat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan PKB di Kabupaten Pemalang, mandat ini tentu bukan sesuatu yang ringan,” kata Ajeng.
Menurutnya, capaian PKB Pemalang selama ini merupakan modal penting sekaligus tanggung jawab besar bagi kepengurusan baru. Ia juga menegaskan, kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Iskandar Ali Syahbana telah meletakkan fondasi yang harus dijaga dan dikembangkan.
“Kita tidak boleh membangun masa depan dengan cara melupakan masa lalu. Apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu adalah pondasi yang harus kita rawat dan kembangkan,” ujarnya.
Namun, Ajeng tidak ingin PKB hanya berhenti pada capaian yang telah diraih. Ia justru mendorong seluruh kader menjadikan tren positif partai sebagai pijakan untuk melakukan lompatan politik pada Pemilu 2029.
“Kita kemarin sudah tanda tangan di hadapan pengurus DPW PKB, 2029 PKB di Pemalang menjadi 13 kursi DPRD,” tegas Ajeng.
Target tersebut menjadi tantangan besar bagi seluruh jajaran pengurus dan kader. Sebab, untuk mencapainya, PKB dituntut bukan hanya memperkuat struktur internal, tetapi juga mampu merebut kepercayaan pemilih di tengah persaingan politik yang semakin terbuka.
Ajeng mengingatkan bahwa lanskap politik terus berubah. Teknologi berkembang pesat, karakter pemilih berubah, pola komunikasi masyarakat bergeser, sementara kompetisi politik semakin dinamis. Karena itu, menurutnya, PKB tidak boleh terjebak pada pola kerja lama.
“Kita tidak boleh mengulang cara-cara lama. The show must go on! Pertunjukan perjuangan harus terus berjalan,” tegasnya.
Ia meminta pengurus baru mampu membaca perubahan, menangkap peluang, mengantisipasi ancaman, sekaligus mengoptimalkan seluruh kekuatan organisasi.
“Kita akan menjawab tantangan, kita akan memanfaatkan peluang, mengeliminasi ancaman, dan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang kita miliki. Itulah semangat kepemimpinan dan kepengurusan baru DPC PKB Pemalang,” pungkasnya.
Ta’aruf, pendidikan politik, dan upgrading tersebut menjadi momentum awal untuk merapatkan barisan kepengurusan baru DPC PKB Pemalang. Kini tantangannya jelas target sudah dipatok 13 kursi pada Pemilu 2029.(*)