Menelisik Profile Ambar, Srikandi NasDem yang Namanya Sempat Dikaitkan Bersama Bupati Anom Widiyantoro saat OTT KPK di Hotel Jakarta

by redaksi
0 comments

BERITABERSATU.COM,Pemalang – Nama Putri Ambarwati, politisi muda Partai NasDem Kabupaten Pemalang, kembali menjadi sorotan setelah namanya sempat dikaitkan dengan isu mengenai sosok ’ Ambar’ saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di sebuah hotel di Jakarta pada 28 Juli 2026 lalu.

Nama Putri Ambarwati kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, tudingan yang mengaitkan dirinya dengan keberadaan Anom Widiyantoro di sebuah hotel tersebut telah diklarifikasi dan dibantah. Seperti diberitakan sebelumnya,

Dikaitkan Sosok “Ambar” di Kamar Hotel bersama Bupati Anom saat OTT KPK, Politisi NasDem Ini Buka Suara!

Hingga kini, tidak ada keterangan resmi yang menyatakan Putri Ambarwati terlibat dalam perkara yang ditangani KPK tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Putri Ambarwati yang namanya sempat dikaitkan sosok “Ambar” bersama Anom Widiyantoro saat OTT KPK di Hotel Jakarta

Ambar dikenal sebagai salah satu kader muda Partai NasDem di Kabupaten Pemalang. Kiprahnya di dunia politik bahkan dimulai ketika usianya masih relatif muda.

Dalam perjalanan politiknya, Ambar mengaku mulai tertarik dengan dunia politik sejak remaja. Pada 2021, saat berusia 22 tahun, ia memberanikan diri mendaftarkan diri sebagai anggota Partai NasDem Kabupaten Pemalang.

Ia menyebut dirinya bukan berasal dari keluarga elite politik. Ambar mengaku lahir dari keluarga petani sederhana dan tidak pernah membayangkan dapat memperoleh tanggung jawab dalam struktur kepengurusan partai.

Kariernya kemudian berkembang di internal DPD Partai NasDem Kabupaten Pemalang. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi.

Pada Pemilu 2024, Ambar maju sebagai calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Pemalang dari daerah pemilihan (dapil) 3 yang meliputi Petarukan dan Ampelgading. Namun, langkahnya menuju kursi legislatif belum berhasil.

Meski gagal lolos ke parlemen, aktivitas politiknya tidak berhenti. Setelah Pemilu 2024, Ambar tetap aktif dalam kegiatan politik Partai NasDem, termasuk dalam persiapan Pilkada Pemalang.

Ia juga tercatat menjadi salah satu presidium dalam forum partai nonparlemen yang beranggotakan 10 partai politik. Forum tersebut sempat terlibat dalam dinamika politik menjelang Pilkada Pemalang 2024, sebelum masing-masing partai menentukan arah dukungannya.

Perjalanan politik Ambar kemudian berlanjut setelah adanya revitalisasi kepengurusan partai di daerah. Atas arahan DPP Partai NasDem, ia dipercaya mengemban posisi sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan.

Posisi tersebut membuat tanggung jawabnya semakin besar, termasuk dalam memastikan struktur organisasi partai di berbagai tingkatan berjalan dan terbentuk dengan baik.

Ambar menggambarkan perjalanan politiknya sebagai proses panjang yang tidak selalu mudah.

“Jalan yang sudah saya tempuh sejauh ini sangatlah tidak mudah, mulai dari kerikil kecil sampai batu besar sudah pernah saya lalui. Tetapi saya sangat menikmati setiap prosesnya,” demikian pernyataan Ambar dalam profil perjalanan politiknya kepada beritabersatu.com, Minggu (9/8/2026).

Kini, namanya kembali menjadi perbincangan bukan karena kontestasi politik, melainkan akibat isu nama Ambar  di tengah ramainya pemberitaan OTT Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.

Namun, penting ditegaskan, ramainya nama seseorang di media sosial tidak otomatis membuktikan keterlibatan dalam sebuah perkara hukum.

Di tengah sorotan tersebut, jejak Ambar justru menunjukkan perjalanan seorang kader muda NasDem yang sejak usia 22 tahun memilih masuk ke dunia politik dan membangun kariernya dari struktur partai.(*)

Sumber : Putri Ambarwati

You may also like