Bukan Ilmuwan, Perangkat Desa di Kencong Ini Sukses Sulap Sampah Jadi Bahan Bakar Premium

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — Di tengah persoalan sampah yang terus menjadi tantangan di berbagai daerah, seorang perangkat desa di Kecamatan Kencong memilih mengambil langkah berbeda. Bukan sekadar mengeluhkan tumpukan limbah yang mencemari lingkungan, Antok, Kepala Dusun di Desa Kraton, justru berupaya mencari solusi dengan mengubah sampah menjadi energi alternatif yang bernilai manfaat bagi masyarakat.

Inovasi yang dikembangkannya kini mampu mengolah berbagai jenis sampah menjadi bahan bakar alternatif yang setara dengan solar dan premium. Berkat kegigihan dan kepeduliannya terhadap lingkungan, upaya tersebut menarik perhatian banyak pihak, termasuk Camat Kencong Ronny Arvianto yang secara langsung meninjau lokasi pengolahan sampah, Sabtu (06/0626).

Bagi Antok, perjalanan mengembangkan teknologi pengolahan sampah tidaklah mudah. Berawal dari keprihatinannya melihat sampah yang terus menumpuk di lingkungan sekitar, ia mulai mempelajari berbagai metode pengolahan limbah secara mandiri. Berulang kali melakukan percobaan, mengalami kegagalan, hingga mengeluarkan biaya pribadi menjadi bagian dari proses yang harus dilaluinya.

“Saya sebenarnya hanya ingin mencari cara agar sampah tidak terus menumpuk dan mencemari lingkungan. Awalnya banyak yang meragukan, bahkan saya sendiri beberapa kali gagal. Tetapi saya berpikir, kalau tidak dicoba, masalah sampah ini tidak akan pernah selesai,” tutur Antok.

Ayah keluarga itu mengaku sering menghabiskan waktu di sela-sela aktivitasnya sebagai perangkat desa untuk melakukan riset sederhana. Baginya, keberhasilan yang diraih saat ini bukan semata soal menghasilkan bahan bakar, tetapi bagaimana sampah yang sebelumnya tidak berguna dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Antok, sampah seharusnya tidak selalu dipandang sebagai barang buangan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah justru dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan.

“Yang membuat saya senang bukan karena hasil bahan bakarnya saja, tetapi ketika melihat sampah yang biasanya berserakan dan menjadi masalah, sekarang bisa dimanfaatkan. Lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat mulai sadar bahwa sampah juga punya nilai,” ujarnya.

Pria yang dikenal sederhana itu berharap inovasinya dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap persoalan lingkungan. Ia meyakini banyak anak muda di desa yang memiliki kreativitas dan kemampuan untuk menciptakan berbagai terobosan jika diberikan ruang dan dukungan.

“Saya bukan ilmuwan atau orang yang punya pendidikan tinggi di bidang teknologi. Saya hanya warga desa yang ingin lingkungan menjadi lebih baik. Kalau saya bisa mencoba, saya yakin anak-anak muda juga bisa menciptakan inovasi yang jauh lebih hebat,” katanya.

Sementara itu, Camat Kencong Ronny Arvianto memberikan apresiasi atas dedikasi dan semangat yang ditunjukkan Antok. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa solusi terhadap persoalan lingkungan dapat lahir dari desa melalui kreativitas dan kepedulian masyarakat.

“Pak Antok menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana. Kepeduliannya terhadap lingkungan patut menjadi contoh bagi masyarakat maupun generasi muda. Kami berharap akan muncul lebih banyak inovator desa yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan di sekitarnya,” ujar Ronny.

Antok juga mengungkapkan bahwa dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Kesadaran warga untuk memilah dan mengumpulkan sampah membantu proses pengolahan berjalan lebih efektif.

Ke depan, ia berharap inovasi pengolahan sampah menjadi energi alternatif dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya semakin luas. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, program tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

“Saya bermimpi suatu saat nanti desa-desa tidak lagi dipusingkan oleh persoalan sampah. Justru dari sampah itulah muncul manfaat, lapangan usaha, dan energi yang bisa membantu masyarakat. Kalau lingkungan bersih dan warga sejahtera, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Kisah Antok menjadi bukti bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari laboratorium modern atau kota-kota besar. Dari sebuah desa di Kecamatan Kencong, semangat kepedulian terhadap lingkungan telah melahirkan inovasi yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat dan masa depan lingkungan yang lebih baik (Tahrir)

You may also like