BERITABERSATU.COM, JEMBER – Menjelang peresmian program layanan kesehatan Perawat dan Dokter Keluarga atau Homecare pada Jumat, 24 Juli 2026 di Puskesmas Sumberbaru, Pemerintah Kabupaten Jember merilis rincian tata cara pendaftaran, persyaratan, serta kelompok prioritas penerima manfaat. Peluncuran terobosan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, menyampaikan arahan Bupati Jember Gus Fawait bahwa program ini dirancang khusus untuk mendekatkan akses perawatan medis berkualitas bagi warga kurang mampu, tanpa harus bersusah payah datang ke fasilitas kesehatan.
“Ini adalah wujud nyata komitmen Pemkab Jember merangkul masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan penanganan medis intensif, cukup dari kediaman mereka masing-masing,” ujar Zamroni, rabu (22/7/2026)
Dua Saluran Pendaftaran Resmi
Guna memastikan bantuan tepat sasaran, pendaftaran tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui dua jalur resmi:
1. Melalui kanal layanan masyarakat Wadul Gus’e;
2. Melalui layanan Hotline Homecare yang tersedia di masing-masing Puskesmas se-Kabupaten Jember.
Setiap permohonan akan melalui tahapan ketat analisis kebutuhan, verifikasi data, dan penyaringan awal oleh tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas sebelum dinyatakan diterima.
Kelompok Prioritas Penerima Manfaat
Layanan ini diprioritaskan bagi kelompok:
– Masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit kronis;
– Balita dengan indikasi atau berstatus stunting;
– Ibu hamil dan ibu pascamelahirkan yang berisiko tinggi;
– Penyandang disabilitas;
– Serta kelompok lain yang dinilai membutuhkan perawatan medis prioritas.
Dokumen Pendukung dan Mekanisme Layanan
Warga yang ingin mendaftar diimbau menyiapkan dokumen:
– Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga;
– Nomor telepon aktif yang terhubung dengan WhatsApp;
– Rekam medis atau riwayat pemeriksaan sebelumnya (jika ada).
Bagi yang lolos verifikasi, tim medis lengkap – terdiri dari perawat, bidan, ahli gizi hingga tenaga penunjang – akan berkunjung membawa peralatan dan obat-obatan yang dibutuhkan. Tim ini juga dilengkapi fasilitas telemedicine untuk berkonsultasi langsung secara waktu nyata dengan dokter di Puskesmas maupun spesialis di RSUD jika diperlukan penanganan lanjutan. Selain berobat, keluarga pasien juga akan dilatih melakukan perawatan mandiri.
Seluruh riwayat kesehatan akan dicatat secara digital dalam Sistem Informasi Kesehatan (SIMKES) guna pemantauan dan kunjungan ulang yang berkelanjutan.
“Kami berharap program ini dapat meningkatkan mutu sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, sehingga dirasakan manfaat nyatanya oleh seluruh lapisan masyarakat Jember,” tandas Zamroni. (Adv/Tahrir)