Kasus Lansia Terbakar di Jember Berubah: Polisi Temukan Dugaan Baru, Bukan Sekadar Kecelakaan Rokok

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — Kasus meninggalnya Slamet Sucipto (63), warga Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, yang ditemukan tewas dalam kondisi tubuh gosong terbakar di dalam kamarnya pada Rabu malam (3/6), kini berubah arah penyelidikan.

Jika awalnya kejadian ini diduga murni musibah akibat kelalaian merokok, namun hasil penyelidikan awal kepolisian justru menemukan petunjuk baru yang mengarah pada kemungkinan lain, mulai dari bunuh diri hingga dugaan tindak pidana atau perbuatan orang lain.

Peristiwa memilukan itu bermula sekitar pukul 19.30 WIB, saat asap tebal terlihat mengepul keluar dari rumah milik korban. Warga dan keluarga yang menyadari adanya kebakaran segera berdatangan dan berusaha melakukan pertolongan.

Karena pintu rumah terkunci dari dalam, warga terpaksa mendobraknya agar bisa masuk dan memadamkan api. Namun, saat berhasil masuk ke dalam kamar, pemandangan menyedihkan terlihat, tubuh korban sudah terbaring telentang dalam keadaan gosong, bersamaan dengan kasur dan tumpukan pakaian di sekitarnya yang juga telah hangus terbakar.

Berdasarkan keterangan awal keluarga , kebakaran diduga kuat dipicu oleh kelalaian korban sendiri saat merokok di dalam kamar. Diduga puntung rokok yang belum padam jatuh dan menyambar kasur tidur berbahan kapuk yang sangat mudah terbakar, lalu api membesar dengan cepat.

“Kami duga kakek saya tadi merokok dalam kamar, dan buntung rokok apinya menyebar lalu membuat kamar terbakar. Sayangnya korban tidak bisa keluar dari kamar karena sudah tua dan kondisi fisiknya sudah lemah atau sakit-sakitan,” ungkap Yansa, cucu dari korban.

Yansa juga menjelaskan bahwa saat kejadian, korban berada sendirian di rumah. Korban tinggal bersama kerabatnya, yakni Rina, yang saat itu sedang pergi ke Kecamatan Umbulsari untuk menjemput suaminya. Saat Rina pulang ke rumah, suasana sudah ramai oleh warga dan ia mendapati kakeknya sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh gosong.

“Kakek saya hidup bersama Mbak Rina. Saat kejadian itu, Mbak Rina sedang jemput suaminya di Kecamatan Umbulsari. Dia tidak tahu apa-apa, begitu pulang sudah ramai orang dan kakek saya sudah meninggal dunia kondisinya gosong,” tambah Yansa dengan nada sedih.

Namun, dugaan keluarga tersebut ternyata berbeda dengan hasil sementara yang didapatkan kepolisian usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Jombang, Iptu Imam Kusuma, menjelaskan bahwa tim Unit Reskrim Polsek Jombang yang dibantu langsung oleh tim Identifikasi Forensik (INAFIS) Polres Jember, menemukan fakta dan petunjuk yang mengubah arah penyelidikan. Ada dua kemungkinan kuat penyebab kematian korban yang kini sedang dikaji.

“Dugaan sementara dari hasil awal penyelidikan Reskrim bersama INAFIS ada dua kemungkinan. Pertama, korban meninggal karena bunuh diri, dan opsi kedua adalah akibat tindakan kriminal atau perbuatan orang lain,” ungkap Iptu Imam Kusuma secara tegas. Pernyataan ini jelas bertolak belakang dengan dugaan awal yang menyebutkan kematian murni akibat puntung rokok.

Untuk mengungkap titik terang kasus ini dan membuktikan apa yang sebenarnya terjadi, kepolisian telah mengambil langkah tegas. Jenazah korban telah dikirim ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Soebandi guna dilakukan pemeriksaan visum eterne bagian luar.

Padahal sebelumnya, pihak keluarga sempat menolak jika jenazah harus dilakukan autopsi, dengan alasan mereka sudah menganggap kejadian ini sebagai musibah dan sudah ikhlas menerima kepergian korban.

“Keluarga sempat menolak untuk dilakukan autopsi dengan alasan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Namun kami harus memastikan kebenaran, apakah benar-benar murni musibah, bunuh diri biasa, atau ada unsur tindak kriminal. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil dari visum tersebut, dan nanti akan kami sampaikan kembali kepada pihak keluarga,” tegas Kapolsek.

Selain pemeriksaan jenazah, kepolisian juga telah memasang garis polisi di rumah korban agar proses pengolahan TKP dapat dilakukan secara maksimal, lengkap, dan tidak terkontaminasi oleh pihak lain. Sejumlah barang bukti pun telah diamankan untuk dianalisis lebih lanjut, di antaranya sebagian kasur tidur yang diduga kuat memiliki bau khas bahan bakar minyak, serta barang-barang lain yang ada di sekitar lokasi kejadian. (Tahrir)

You may also like