BERITABERSATU.COM, SINJAI – Operasi pencarian korban tenggelam di Pelabuhan Larea-Rea, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai berakhir duka. Korban yang diketahui bernama Arman (30) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat hilang selama dua jam, Sabtu (4/7/2026) sore.
Jenazah warga Dusun Lempong Cellae, Desa Talle, Kabupaten Sinjai ini berhasil dievakuasi oleh tim gabungan setelah dilakukan penyisiran intensif.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 14.30 WITA. Korban mendatangi ujung dermaga Pelabuhan Larea-Rea, lalu melepas pakaiannya dan melompat ke laut untuk berenang.
Nahas, sekitar pukul 15.00 WITA, putra dari pasangan Hawisah dan almarhum Muh. Saleh ini tak kunjung muncul kembali ke permukaan. Kondisi air laut yang sedang surut diduga memicu arus bawah laut yang kuat, sehingga menyeret tubuh korban hingga tenggelam.
Di lokasi kejadian, korban meninggalkan satu unit sepeda motor bernomor polisi DW 3312 VM, pakaian, sandal jepit, serta sebuah tas genggam hitam berisi STNK motor miliknya.
Mendapat laporan warga, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Sinjai, Personil Posal Sinjai, Satpolairud Polda Sulsel, BPBD, dan Syahbandar Sinjai langsung bergerak melakukan pencarian sejak pukul 15.10 WITA dengan dibantu masyarakat setempat.
Setelah dua jam pencarian, tepatnya pukul 17.30 WITA, jasad korban akhirnya ditemukan. “Jenazah korban pertama kali terlihat oleh pekerja proyek yang sedang berada di bawah dermaga Pelabuhan Larea-Rea yang kebetulan sementara dalam tahap pembangunan,” ungkap salah satu petugas di lokasi.
Saat pekerja berteriak, personel Satpolairud Polres Sinjai yang sedang melakukan penyisiran di dekat area tersebut langsung bergerak cepat mengamankan posisi korban.
Tim gabungan segera mengevakuasi jenazah menggunakan perahu menuju Jembatan Muara Sungai Tangka di Lingkungan Larea-Rea, Kelurahan Lappa. Proses evakuasi ini berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian dan disaksikan oleh ratusan warga yang memadati lokasi karena penasaran.
Setelah berhasil diidentifikasi berdasarkan keterangan pihak keluarga, identitas korban yang semula misterius akhirnya dipastikan bernama Arman, berusia 30 tahun.
Usai dievakuasi dan menjalani pemeriksaan medis, jenazah Arman langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Atas insiden ini, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan, pekerja di kawasan pelabuhan, maupun warga yang beraktivitas di sekitar pantai untuk selalu waspada. (**)