Pengukuran Lahan Sengketa Berujung Ricuh, Satu Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, BONE – Seorang warga Kelurahan Masumpu berinisial AR (40) saat ini menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru, Kabupaten Bone, setelah mengalami luka pada bagian kening saat terjadi kericuhan di lokasi pengukuran lahan sengketa di Jalan Andi Pangeran, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan AR saat ditemui di rumah sakit, luka lecet dan lebam yang dialaminya diduga akibat terkena proyektil gas air mata saat aparat keamanan melakukan pengamanan kegiatan pengukuran lahan di kawasan tersebut.

AR mengaku berada di lokasi saat proses pengukuran berlangsung dan menjadi salah satu warga yang menolak pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya terkena peluru gas air mata. Ada tembakan dari dua sisi. Menurut saya, tembakan itu tidak diarahkan ke atas dan saya yang terkena,” ujar AR saat menjalani perawatan di RSUD Tenriawaru.

Sebelumnya, menurut keterangan sejumlah warga, tim dari Pengadilan Negeri Bone tiba di lokasi untuk melaksanakan pengukuran lahan yang menjadi objek sengketa. Kegiatan tersebut mendapat pengawalan aparat keamanan guna mengantisipasi gangguan selama proses berlangsung.

Namun, pelaksanaan pengukuran mendapat penolakan dari sejumlah warga yang masih bermukim di area yang disengketakan. Penolakan tersebut kemudian memicu ketegangan yang berujung pada bentrokan antara warga dan aparat di lokasi.

Akibat insiden tersebut, situasi di kawasan Jalan Andi Pangeran sempat memanas sebelum akhirnya dapat dikendalikan oleh petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan warga yang terkena proyektil gas air mata maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Polisi berpangkat Kompol yang memimpin pasukan pengamanan sempat menyampaikan permohonan maaf kepada warga sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

Laporan : Suparman Warium

You may also like