BERITABERSATU.COM, BONE — Redaksi Beritabersatu.com, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait kesalahan informasi pada berita sebelumnya yang berjudul “Warga Lingkungan Tengnge Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik Saat Banjir” (https://www.beritabersatu.com/2026/05/08/warga-bajoe-tewas-tersengat-listrik-di-tengah-banjir/)
Berdasarkan data dan konfirmasi terbaru di lapangan pada Jumat (8/5/2026), kami sampaikan bahwa korban bernama Irfan (40), warga Lingkungan Tengnge, Kelurahan Bajoe, dinyatakan selamat dan tidak meninggal dunia sebagaimana diberitakan sebelumnya.
Irfan memang benar mengalami insiden tersengat aliran listrik saat wilayah Lingkungan Tengnge terendam banjir akibat hujan deras. Namun, berkat pertolongan yang cepat, korban berhasil melewati masa kritis dan saat ini sedang dalam masa pemulihan.
Kepala Kelurahan Bajoe, Apriadi, S.Sos., menegaskan bahwa kunjungannya ke rumah korban adalah untuk menyampaikan rasa prihatin dan memastikan kondisi kesehatan Irfan, bukan melayat.
“Kami perlu meluruskan bahwa saudara Irfan selamat. Kami sudah mendatangi rumahnya untuk memberi dukungan moral kepada korban dan keluarga atas musibah ini,” jelas Apriadi dalam konfirmasi terbarunya.
Kami mengakui adanya kesalahan dalam pengolahan informasi awal yang menyebutkan korban telah meninggal dunia. Kesalahan ini telah kami perbaiki demi menyajikan fakta yang akurat bagi masyarakat Bone.
Melalui kejadian ini, pihak kelurahan dan redaksi kembali mengingatkan masyarakat untuk Mematikan aliran listrik saat air mulai memasuki area rumah. Waspada terhadap instalasi kabel yang berdekatan dengan genangan air. Dan Segera melapor ke pihak berwenang atau PLN jika melihat potensi bahaya kelistrikan.
Kami memohon maaf kepada pihak keluarga korban dan pembaca atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kekeliruan redaksional tersebut.
Laporan: Suparman Warium