BERITABERSATU.COM, SINJAI — Pemerintah Kabupaten Sinjai bergerak cepat dan progresif dalam memerangi penyakit Tuberkulosis (TB). Komitmen ini bukan sekadar urusan kesehatan daerah, melainkan langkah nyata menyukseskan program prioritas nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI 2024–2029.
Keseriusan tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan rutin Pemkab Sinjai dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanggulangan TB yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara daring pada Kamis (21/5/2026), di Gedung Command Center Kompleks Rujab Bupati Sinjai.
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setdakab, Andi Tenri Rawe Baso, yang mewakili Bupati Sinjai, dengan didampingi jajaran Bappeda serta Dinas Kesehatan Sinjai.
Forum yang dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Sulsel mewakili Gubernur ini menjadi ruang strategis untuk membedah capaian penanganan TB di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Lewat evaluasi ini, pemerintah dapat memetakan sebaran kasus dengan akurat untuk memudahkan langkah intervensi medis yang cepat, sekaligus mengurai berbagai tantangan nyata yang dihadapi para petugas di lapangan.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sinjai, Akhriani, menegaskan bahwa pihaknya tengah tancap gas menerapkan strategi menyeluruh. Target yang diusung pun cukup ambisius, yakni mampu menemukan 90 persen kasus TB pada akhir tahun ini.
“Pada tahun ini kami akan mengoptimalkan penemuan kasus TB di tingkat puskesmas melalui program CKG. Langkah ini sangat krusial untuk mendeteksi dini kasus TB di tengah masyarakat agar bisa langsung ditangani,” ujar Akhriani.
Langkah Sinjai dalam menanggulangi TB memang terbilang sangat terstruktur karena didukung oleh payung hukum yang kuat, yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Penyakit Menular seperti HIV/AIDS, TB, dan Kusta. Tidak hanya itu, keseriusan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui pembentukan Tim TB resmi dan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD).
Hebatnya lagi, gerakan ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Perang total melawan TB kini telah merambah hingga ke tingkat akar rumput, di mana sebanyak 39 desa di Sinjai telah resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) sebagai Desa Siaga TB.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang solid serta keterlibatan aktif warga dari tingkat desa, Pemkab Sinjai optimistis target penuntasan TB dapat segera tercapai. Gerakan masif ini diharapkan mampu mendongkrak kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan pengobatan TB sejak dini demi mewujudkan Bumi Panrita Kitta yang lebih sehat. (Ads)