BERITABERSATU.COM, BONE — Sebanyak 38 petani tambak di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tercatat dalam pendataan sementara yang dilakukan penyuluh perikanan setempat. Total luas tambak yang telah didata mencapai 106 hektare.
Data tersebut disampaikan langsung oleh penyuluh perikanan Kecamatan Tanete Riattang Timur, Fatma, saat menerima berkas dari salah satu petani tambak yang terdampak bajir di wilayah tersebut.
Fatma mengatakan, seluruh data petani tambak di Kelurahan Panyula telah dilaporkan dan dimasukkan ke Dinas Perikanan Kabupaten Bone sebagai bagian dari pendataan calon penerima bantuan sektor budidaya perikanan.
“Kalau untuk Kelurahan Panyula saya sudah laporkan. Semua empang dan datanya sudah lengkap beserta nama-namanya,” ujar Fatma. Jumat (15/5/2026).
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini bantuan khusus untuk sektor budidaya perikanan masih terkendala efisiensi anggaran pemerintah daerah.
“Saya juga sudah masukkan datanya di kantor Dinas Perikanan, tetapi kepala bidang menyampaikan bahwa selama efisiensi anggaran, sementara ini bantuan-bantuan khususnya budidaya belum ada dananya,” katanya.
Meski belum ada kepastian bantuan, Fatma tetap memasukkan data para petani tambak sebagai langkah antisipasi apabila program bantuan kembali tersedia.
“Jadi mungkin maksudnya dimasukkan saja datanya. Saya tetap masukkan, siapa tahu nanti ada bantuan dan bisa dibantu,” tambahnya.
Dinas juga berharap pemerintah kelurahan dapat turut memperhatikan masyarakat terdampak, khususnya petani tambak di Kelurahan Panyula.
“Tolong juga disampaikan kepada pak lurah dan pemerintah setempat. Di kelurahan itu banyak bantuan untuk masyarakat. Jadi mungkin selain dari dinas, ada juga bantuan lain untuk warga yang terdampak,” kata Fatma menirukan kalimat dari pihak dinas perikanan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun penyuluh perikanan, terdapat 38 petani tambak dengan total luas lahan mencapai 106 hektare di Kelurahan Panyula.
“Ada 38 orang, luasnya 106 hektare,” tutup Fatma.
Laporan : Suparman Warium