BERITABERSATU.COM, SINJAI – Keberpihakan Pemerintah Kabupaten Sinjai di bawah komando Bupati Hj. Ratnawati Arif terhadap kesejahteraan masyarakat lokal kembali dibuktikan. Tidak sekadar memberi karpet merah bagi investasi, Bupati Ratnawati secara tegas “mengunci” komitmen investor agar memberikan porsi absolut bagi tenaga kerja daerah.
Hal ini terungkap saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesiapan operasional Pabrik Porang di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (11/5/2026).
Bagi Bupati Ratnawati, hadirnya industri di Bumi Panrita Kitta’ tidak boleh hanya menjadikan warga lokal sebagai penonton. Ia menekankan bahwa investasi yang sehat adalah investasi yang mampu menyerap keringat anak bangsa sendiri, khususnya warga Sinjai.
“Kita tidak ingin masyarakat hanya melihat asap pabriknya saja. Saya tegaskan kepada mitra (investor), prioritaskan SDM lokal kita. Berdayakan masyarakat di lingkungan terdekat pabrik,” tegas Bupati dengan nada lugas.
Gayung bersambut, tekanan positif dari orang nomor satu di Sinjai ini langsung dijawab dengan komitmen nyata oleh Direktur PT Bintang Sari Alami, Alin. Pihak perusahaan menyatakan siap memenuhi permintaan Bupati dengan komposisi tenaga kerja yang sangat memihak lokal, yakni 95% Total Kuota Diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Sinjai. Kluster Utama 80 persen akan direkrut dari warga Kelurahan Lappa sebagai prioritas ring satu. Dan Kluster Pendukung 15 persen sisanya diambil dari kecamatan lain di lingkup Sinjai.
“Ini adalah bentuk kepatuhan kami terhadap arahan Ibu Bupati yang sangat konsen pada pemberdayaan warga lokal,” ujar Alin di sela-sela peninjauan mesin produksi.
Tak hanya soal urusan perut (pekerjaan), keberpihakan Hj. Ratnawati juga terlihat dari ketegasannya soal infrastruktur. Ia memastikan aktivitas pabrik tidak boleh merugikan fasilitas publik.
Ia mengungkapkan telah memegang komitmen perusahaan untuk melakukan pengaspalan atau perbaikan jalan yang rusak akibat mobilitas pembangunan pabrik sebelumnya.
“Kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi. Jalan menuju pabrik ini adalah urat nadi warga menuju pelabuhan, jadi perusahaan wajib memperbaikinya kembali,” tambahnya.
Keseriusan Bupati dalam mengawal investasi “rasa lokal” ini terlihat dari diboyongnya seluruh jajaran OPD teknis, mulai dari Kadis PTSP, Kadis PUPR, hingga Kadis Lingkungan Hidup. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa selain menyerap tenaga kerja, pabrik tersebut juga harus ramah lingkungan dan tertib administrasi.
Kehadiran pabrik porang ini kini diprediksi menjadi motor penggerak ekonomi baru yang akan mengubah wajah kesejahteraan petani dan pencari kerja di Sinjai.(Ads)