PEMALANG,BB – Rapat pleno Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pemalang resmi menetapkan tujuh bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten Pemalang periode 2026-2031.
Kegiatan Muscab tersebut diselenggarakan di aula Hotel Regina, Kabupaten Pemalang, Jum’at (17/4/2026). Muscab dipimpin langsung Ketua DPP PKB, Niyatul Wafitoh dan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Abdul Hamid.
Adapun tujuh nama masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB Kabupaten Pemalang periode 2026-2031 yakni Iskandar Ali Syahbana, Makmun Riyad, Ajeng Triyani, Slamet Ramuji, Heru Kundhiniarso, Subur Musoleh, dan Rosul Amir.
Dari tujuh nama tersebut empat nama dari hasil penjaringan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB dan tiga nama diusul oleh Pengurus Anak Cabang (PAC).
Penetapan ini menjadi penanda dimulainya kontestasi internal partai yang kian mengerucut, dengan kombinasi nama hasil penjaringan pusat dan aspirasi akar rumput.
Sebelumnya, Ketua DPP PKB, Nihayatul Wafiroh saat membuka Muscab menyampaikan amanah dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ia menegaskan bahwa kekuatan partai terletak pada struktur yang hidup hingga tingkat bawah.
“Pengurus PKB harus dikenal, bukan hanya di baliho semata, tetapi karena kehadirannya saat rakyat membutuhkan, melayani rakyat bukan kegiatan tambahan, tapi itu inti kerja politik PKB,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dan etika dalam berpolitik bagi seluruh kader. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi faktor utama keberlangsungan partai. Maka itu, kader harus bisa memenangkan kepercayaan rakyat.
“Pengurus PKB harus menjadi teladan dalam sikap dan etika, disiplin organisasi, jujur dalam kerja, santun dalam berpolitik. Karena kepercayaan rakyat itu seperti udara bagi partai politik, tanpanya kita mati,” lanjutnya.
Lebih jauh, Nihayatul Wafiroh menyebut musyawarah cabang bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, melainkan momentum refleksi untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan kader PKB.
“Muscab ini adalah pengingat bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk mengelola partai, tetapi untuk memenangkan kepercayaan rakyat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk meningkatkan kapasitas diri dan peran politik ke level yang lebih tinggi. Seluruh elemen partai pun diminta bergerak aktif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Untuk memenangkan Pemilu ke depan, struktur kita harus bergerak, bukan sekedar ada, pengurus harus bekerja bukan sekedar hadir, kader harus melayani, bukan dilayani,” tandasnya.(*)