BERITABERSATU.COM, JEMBER — Sebuah tonggak sejarah baru tercatat bagi Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong, Kabupaten Jember. Setelah melalui perjuangan dan penantian panjang, organisasi kepemudaan ini akhirnya memiliki gedung kantor tetap yang diresmikan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, pada Minggu (31/05/2026).
Momen bersejarah ini ditandai dengan prosesi gunting pita dan penandatanganan prasasti yang dilakukan bersama Ketua PC GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin, di lokasi gedung baru, Kecamatan Kencong.
Peresmian gedung ini menjadi jawab atas harapan yang telah lama digulirkan oleh seluruh kader. Kini, PC GP Ansor Kencong secara resmi memiliki gedung sendiri yang diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat aktivitas organisasi, sekaligus wadah utama dalam memperkuat peran sosial, keagamaan, dan kebangsaan di tengah masyarakat Jember.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Muspika yang mewakili lima kecamatan di wilayah sekitar, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan anggota yang berasal dari elemen Banser, Fatayat NU, Muslimat NU, hingga kader IPNU dan IPPNU.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan kader Ansor Kencong mewujudkan fasilitas ini. Lebih dari sekadar bangunan fisik, ia menekankan bahwa keberadaan gedung ini adalah bukti nyata semangat juang dan konsistensi organisasi dalam menjaga marwah ulama dan pesantren, yang menjadi akar dan pondasi kuat perjuangan Ansor selama ini.
Gus Fawait secara tegas mengingatkan seluruh masyarakat dan kader untuk tetap waspada serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai tokoh agama, pemuka agama, atau berlabelkan keagamaan namun tanpa latar belakang keilmuan dan garis keturunan keulamaan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, fenomena semacam ini berpotensi merusak tatanan nilai yang sudah terbangun kokoh di tengah masyarakat berbasis pesantren.
“Jangan sampai ada yang mendiskreditkan pesantren dengan mengaku-ngaku sebagai gus, atau mendirikan pesantren dan lembaga pendidikan agama lainnya tanpa dasar keilmuan yang benar dan jelas asal-usulnya. Hal ini sangat berbahaya bagi persatuan bangsa dan kerukunan umat beragama kita,” tegas Gus Fawait di hadapan ribuan hadirin.
Selain soal keagamaan, Bupati Jember yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat GP Ansor ini juga menyinggung pentingnya etika bernegara dan berdemokrasi. Ia mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan pendapat, khususnya kritik terhadap penyelenggara negara. Menurutnya, kebebasan berpendapat adalah hak dalam demokrasi, namun harus tetap dibingkai dengan sopan santun dan budaya luhur bangsa.
“Mengkritik itu hal yang wajar dan bahkan diperlukan dalam demokrasi, tapi ingatlah bedanya antara mengkritik dan menghina. Budaya kita adalah budaya mengingatkan dengan cara yang baik, santun, dan membangun. Bukan menghujat, menyebarkan kebencian, apalagi sampai menyerang simbol-simbol negara yang kita cintai ini,” tambahnya.
Sebagai bagian dari keluarga besar Ansor, Gus Fawait juga menegaskan komitmen pribadinya dan juga pemerintah daerah untuk terus mendukung langkah-langkah strategis organisasi. Ia menegaskan tidak akan pernah melupakan dukungan dan peran besar yang telah diberikan oleh kader Ansor, termasuk Ansor Kencong, yang senantiasa setia mendampinginya sejak awal perjalanan politiknya, mulai dari saat menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur hingga kini memegang tampuk pemerintahan Kabupaten Jember.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya yang mendalam atas terealisasinya gedung ini. Ia menceritakan bahwa berdirinya bangunan megah ini bukanlah hasil yang didapatkan secara instan, melainkan buah dari perjuangan panjang dan kerja keras seluruh kader yang telah digelar sejak tahun 2023 silam.
“Ini bagi kami bukan sekadar bangunan tembok dan atap biasa, melainkan sebuah simbol perjuangan. Dengan semangat pantang menyerah dan kepercayaan diri, kami membuktikan bahwa GP Ansor mampu berdiri tegak, mandiri, dan mewujudkan cita-cita luhur memiliki kantor operasional yang permanen dan layak,” ujar Agus Nur Yasin dengan mata berbinar.
Agus juga menceritakan proses perjuangan yang penuh nilai kebersamaan tersebut. Para kader muda Ansor bahu-membahu bekerja keras dan melakukan gerakan gotong royong, termasuk mengumpulkan dana secara swadaya, hingga akhirnya mampu membeli empat kapling lahan secara bertahap. Di atas tanah hasil keringat sendiri itulah, gedung PC GP Ansor Kencong kini berdiri kokoh.
Dalam kesempatan yang sama, Agus juga mengenang sejarah panjang dukungan organisasi Ansor Kencong kepada sosok Gus Fawait. Dukungan tersebut telah terjalin erat sejak Gus Fawait masih aktif menjadi anggota DPRD Jawa Timur dan menjabat sebagai Dewan Penasehat Ansor. Menurut Agus, dukungan tersebut adalah wujud nyata dari loyalitas organisasi kepada kader terbaiknya yang senantiasa membawa kemajuan bagi masyarakat dan bangsa.
Ke depannya, gedung baru ini direncanakan tidak hanya menjadi kantor administrasi semata. Agus Nur Yasin menegaskan bahwa fasilitas ini akan dijadikan pusat kegiatan organisasi sekaligus ruang kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Selain itu, gedung ini juga akan dimanfaatkan secara aktif untuk pengembangan unit-unit usaha milik Ansor dan Banser. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi organisasi dan kader, agar pergerakan semakin kuat dan tidak bergantung pada satu sumber dukungan saja.
Dengan diresmikannya gedung ini, diharapkan eksistensi GP Ansor di wilayah Kencong dan sekitarnya semakin kuat dan terasa manfaatnya. Organisasi pemuda ini diharapkan semakin berperan aktif dalam menjaga dan menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan, serta turut mengambil bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan kemajuan Kabupaten Jember yang lebih sejahtera dan beradab. (Tahrir)