Pemdes Sragi Blitar Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Inovasi dan Kemandirian

by Editor Muh. Asdar
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Pemerintah Desa Sragi, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui berbagai inovasi di sektor pertanian.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sragi, Leni Puji Astuti, S.Psi., saat menghadiri kegiatan halal bihalal Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Joyo Mulyo Kecamatan Talun yang digelar di Dusun Tugurejo, Desa Sragi, Kamis (16/4/2026).

Leni menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong para petani untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan inovasi pertanian.

“Pemerintah Desa Sragi senantiasa mendukung penuh program ketahanan pangan nasional. Kami terus mendorong petani untuk berpartisipasi dalam setiap inovasi pertanian, baik dari sisi teknologi, pola tanam, hingga pemanfaatan sumber daya lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga pada kesadaran dan kesiapan petani di tingkat desa.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari desa. Jika desa kuat dalam sektor pertanian, maka secara otomatis ketahanan pangan nasional juga akan kokoh. Kami ingin petani di Sragi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mandiri,” tegasnya.

Selain itu, Leni juga mengapresiasi peran aktif Gapoktan Joyo Mulyo yang dinilai mampu menjadi motor penggerak bagi para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Talun.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Joyo Mulyo, Andri Mizan Asrori, menjelaskan bahwa kegiatan halal bihalal tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempererat silaturahmi antar kelompok tani.

“Acara ini merupakan tradisi tahunan yang selalu kami laksanakan. Selain sebagai ajang silaturahmi, ini juga menjadi ruang diskusi dan konsolidasi antar petani di Kecamatan Talun,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut didanai secara swadaya oleh 87 kelompok tani se-Kecamatan Talun, sebagai bentuk kebersamaan dan kemandirian para petani.

Lebih lanjut, Andri menekankan bahwa momentum halal bihalal juga dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian, salah satunya melalui penggunaan pupuk alternatif.

“Selama ini kita masih cukup bergantung pada pupuk bersubsidi. Melalui forum seperti ini, kami mendorong petani untuk mulai memanfaatkan pupuk alternatif, baik organik maupun hasil inovasi sendiri, agar lebih mandiri dan tidak tergantung pada ketersediaan subsidi,” paparnya.

Kegiatan halal bihalal tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah desa dan para petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Zan)

You may also like