BERITABERSATU.COM, CILACAP – Peta politik dan pemberdayaan masyarakat di Cilacap Barat semakin hangat. Tim dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, turun gunung menyapa ratusan kader dan relawan di Kecamatan Gandrungmangu, Rabu (15/4/2026).
Bertempat di Aula Pendopo Kantor Desa Gandrungmangu, acara silaturahmi ini bukan sekadar temu kangen biasa. Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran untuk memastikan aspirasi masyarakat Cilacap, khususnya di Dapil VIII Jateng, tersampaikan langsung ke Senayan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris DPC PDI Perjuangan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Arif Junaedi. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan bahwa sinergi antara wakil rakyat di tingkat pusat (DPR RI) dan daerah (DPRD) adalah kunci percepatan pembangunan.
“Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata kedekatan wakil rakyat dengan kader dan masyarakat. Mas Kaisar selalu menekankan bahwa suara rakyat adalah prioritas utama,” tegas **Eko Budi Santoso**, perwakilan tim Kaisar Kiasa Kasih dalam sambutannya.
Arif Junaedi menambahkan bahwa wilayah Gandrungmangu memiliki potensi raksasa di sektor pertanian dan UMKM yang perlu dikawal serius. “Dengan bersatu, masalah infrastruktur hingga pelayanan publik bisa kita urai bersama,” imbuh legislator dari Dapil 2 Cilacap tersebut.
Sebagai anggota Komisi XI yang bermitra dengan sektor perbankan, Kaisar Kiasa Kasih melalui timnya menegaskan komitmen untuk tidak meninggalkan konstituen. Ada beberapa poin pemting yang menjadi catatan merah dalam diskusi tersebut, diantaranya Pemberdayaan UMKM, dengan Membuka akses permodalan dan pendampingan melalui mitra kerja perbankan. Infrastruktur Desa melalui Percepatan perbaikan sarana publik di pelosok Gandrungmangu.
Dan Soliditas Partai, dengan Memperkuat barisan kader PAC hingga Ranting agar selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.
Meski membahas isu-isu serius terkait kebijakan negara, suasana di Pendopo Desa Gandrungmangu tetap terasa cair dan penuh kekeluargaan. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Gandrungmangu, Nuryani, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Diskusi santai dan sesi foto bersama menjadi penutup agenda kali ini. Para kader yang hadir dari 14 desa berharap agar aksi “jemput bola” aspirasi seperti ini rutin dilakukan, sehingga tidak ada jarak antara rakyat dan wakilnya di parlemen.
Kontributor: Totong, S